Pesan Menyentuh Kadis Kominfotik NTB, Dr. Aka di Zikir Doa untuk Almarhum Sekjen PWI Pusat : Wartawan Diminta Menulis untuk Kemaslahatan

MATARAM (KabarBerita)-Suasana haru dan khidmat menyelimuti Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB di Mataram saat digelar zikir dan doa bersama untuk almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Senin malam (20/4/2026).

Dalam momen tersebut, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB, Akhssanul Khalik, menyampaikan pesan menyentuh kepada para wartawan yang hadir.
‎Dalam sambutannya, ia mengenang sosok almarhum sebagai tokoh pers nasional yang dikenal sebagai figur pemersatu di kalangan wartawan. Menurutnya, keteladanan almarhum menjadi pelajaran penting bagi insan pers, khususnya di Nusa Tenggara Barat. ‎“Almarhum Zulmansyah sebagai tokoh wartawan dan tokoh media di republik ini bisa dikatakan sebagai tokoh pemersatu. Beliau memberikan hikmah kepada kita semua untuk terus membuat sesuatu yang baik, sebagaimana yang telah dicontohkan dan diteladankan kepada kita,” ujarnya.

‎Ia berharap seluruh wartawan di NTB dapat meneladani nilai kebersamaan yang diwariskan almarhum, terutama dalam melihat persoalan daerah, bangsa, dan masyarakat secara bijak dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga dapat menjadi ladang ibadah jika dijalankan dengan niat dan tujuan yang benar.

‎Dalam pesannya, Aka sapaan akrabnya menekankan pentingnya menghadirkan tulisan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa setiap berita yang ditulis memiliki dampak besar bagi pembacanya, sehingga wartawan diharapkan mampu menyampaikan informasi yang memberikan manfaat luas.
‎“Setiap kebaikan yang kita tulis akan dibaca orang lain. Ketika orang membaca kebaikan itu, maka wartawan juga akan mendapatkan pahala dari kebaikan tersebut. Menulis bisa menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat, salah satu amalan yang tidak terputus,” tuturnya.

‎Ia juga mengingatkan bahwa di tengah berkembangnya berbagai platform media, termasuk media yang tidak tergabung dalam organisasi profesi, tantangan untuk menjaga kualitas dan tanggung jawab jurnalistik semakin besar. Karena itu, wartawan diharapkan tetap menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai kebaikan dalam setiap karya jurnalistiknya.

‎Lebih jauh, Aka mengajak wartawan menjadikan profesinya sebagai bagian dari ibadah sosial, tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan semata, tetapi juga pada kebaikan yang dirasakan orang lain melalui karya tulis.

‎Menurutnya, kebaikan yang dilakukan seseorang sering kali diingat oleh orang lain dan menjadi doa yang terus mengalir, bahkan setelah seseorang meninggal dunia. Hal inilah yang menjadi bekal penting dalam kehidupan setelah mati.


‎Ia juga menegaskan bahwa menulis berita yang baik bukan berarti hanya menuliskan hal-hal positif semata. Wartawan tetap memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran, termasuk mengungkapkan kemungkaran atau kesalahan yang terjadi, selama bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat.
‎“Bukan berarti pemerintah harus ditulis bagus semua. Jika pemerintah melakukan hal yang tidak benar, maka tulislah apa adanya, karena itu bagian dari kebenaran yang disampaikan wartawan untuk kepentingan masyarakat,” tegas Aka yang juga sebagai Juru Bicara Pemprov NTB.

‎Melalui momen zikir dan doa tersebut, Aka mengajak seluruh insan pers di NTB untuk kembali meneguhkan komitmen dalam menulis berita yang membawa manfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan agama, sekaligus menjadikan keteladanan almarhum sebagai inspirasi dalam menjalankan profesi jurnalistik dengan penuh tanggung jawab. (red).

  • Related Posts

    Peringati Hari Bumi, PDAM Lombok Tengah Tanam Pohon Buah di Kawasan Hutan Lindung

    LOMBOK TENGAH (KabarBerita)-Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) Kabupaten Lombok Tengah menggelar aksi penanaman pohon buah di kawasan hutan lindung…

    Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang

    Jakarta, (KabarBerita) – Pemerintah bersama DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) disahkan menjadi undang-undang. Pengesahan ini mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun dalam menghadirkan kepastian…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Peringati Hari Bumi, PDAM Lombok Tengah Tanam Pohon Buah di Kawasan Hutan Lindung

    Peringati Hari Bumi, PDAM Lombok Tengah Tanam Pohon Buah di Kawasan Hutan Lindung

    BNN Kota Mataram dan Pramuka Perkuat Sinergi, Dorong Pembentukan SAKA Pramuka Anti Narkoba

    BNN Kota Mataram dan Pramuka Perkuat Sinergi, Dorong Pembentukan SAKA Pramuka Anti Narkoba

    Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang

    Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang

    Pesan Menyentuh Kadis Kominfotik NTB, Dr. Aka di Zikir Doa untuk Almarhum Sekjen PWI Pusat : Wartawan Diminta Menulis untuk Kemaslahatan

    Pesan Menyentuh Kadis Kominfotik NTB, Dr. Aka di Zikir Doa untuk Almarhum Sekjen PWI Pusat : Wartawan Diminta Menulis untuk Kemaslahatan

    Lepas 393 CJH NTB Kloter Pertama, Gubernur Lalu Iqbal Titip Do’a Untuk NTB

    Lepas 393 CJH NTB Kloter Pertama, Gubernur Lalu Iqbal Titip Do’a Untuk NTB

    Tolak SK Pembekuan, Kepengurusan PBB NTB Dibawah Kepemimpinan Nadirah Berjalan Normal

    Tolak SK Pembekuan, Kepengurusan PBB NTB Dibawah Kepemimpinan Nadirah Berjalan Normal