Akhiri Konflik PPP, Marga Harun; 2029 PPP Harus Kembali ke Parlemen

“Kami sangat mengharapkan adanya soliditas dan persatuan di partai ini, kami tidak ingin partai ini terbelah,” katanya.

 

Mataram, (KabarBerita) — Dorongan untuk mengakhiri konflik internal dan segera islah atau rekonsiliasi di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai disuarakan oleh sejumlah politisi dan kader muda PPP untuk mencegah kisruh berkepanjangan di internal partai berlambang ka’bah tersebut.

Konflik internal dianggap hanya akan membawa kerugian bagi partai, seperti pengalaman konflik internal yang pernah terjadi pada tahun 2014-2016 yang berimbas pada penurunan drastis raihan suara dan kursi PPP di Pemilu 2019 dan 2024 harus bisa menjadi pelajaran agar tak terulang kembali di Pemilu 2029 mendatang.

Dorongan agar segera islah atau rekonsiliasi, salah satunya disampaikan politisi muda PPP, Marga Harun saat dihubungi kabarberita, pada Jum’at (01/5).

Konflik yang terjadi antara kubu Mardiono dan Taj Yasin di tingkat pusat menjalar ke daerah-daerah hingga kader di tingkat bawah. Semua saling mengklaim sebagai kepengurusan yang sah hingga terjadi pemecatan secara sepihak.

Marga mengingatkan, situasi di internal PPP saat ini justru akan merugikan PPP karena partai akan dilihat tidak solid dari dalam serta menjadi tidak aman bagi kader-kader lain yang masih sayang dengan PPP.

“Kami sangat mengharapkan adanya soliditas dan persatuan di partai ini, kami tidak ingin partai ini terbelah,” katanya.

Sekretaris fraksi PPP DPRD NTB ini juga mengajak pengurus dan kader terutama yang ada di daerah agar tidak ikut memperuncing konflik dengan melakukan kegiatan-kegiatan di luar mekanisme dan aturan partai.

“Kita tunggu dulu DPP islah antara Ketum Mardiono dan Sekjend Taj Yasin. Ketika itu sudah clean dan clear baru kita selenggarakan apa pun yang menjadi mekanisme dan roda organissi kepartaian ini,” pungkasnya.

“Temausk ke daerah, jangan malah kita hadir untuk memecah belah, karena kita butuh konsolidasi agar bagaimana PPP ini tetap hidup dan eksis supaya bisa menjadi partai besar,” sambung politisi asal Kabupaten Dompu ini.

Dorongan islah atau rekonsiliasi dari kader muda PPP Marga Harun ini muncul sebagai respon terhadap konflik internal dan dinamika kepengurusan yang terjadi antara kubu Mardiono dan Taj Yasin. Islah atau rekonsiliasi ini dinilai penting untuk menyatukan kembali kekuatan partai dari tingkat atas hingga bawah terutama dalam menghadapi perheletan pemilu 2029 mendatang.

“Menghadapi pemilu 2029 kita harapkan tidak lagi ada perpecahan, disharmonisasi. Tentu yang kita harapkan sebagai kader, partai ini solid agar bisa menaikkan perolehan suara dan kursi PPP di pemilu 2029,” ujarnya.

Lebih jauh Marga mengatakan islah atau rekonsiliasi sangat penting untuk menjaga keutuhan partai, mengakhiri perpecahan yang berkepanjangan, dan meningkatkan kinerja partai terutama di tingkat akar rumput. Islah atau rekonsiliasi terutama harus dimulai dari DPP kemudian Wilayah, Cabang dan ranting.

“Harus dimulai di tingkat Pusat, Wilayah, Cabang hingga ke tingkat ranting supaya ada gerakan sistematis, efisien dan efektif dalam rangka membesarkan PPP hari ini agar benar-benar siap mengahadapi Pemilu 2029,” pungkasnya.

Ia mengajak pengurus dan kader tidak lagi menciptakan polemik di internal partai. PPP harus harmonis agar bisa bergerak bersama menyongsong Pemilu 2029 membawa PPP kembali di Parlemen.

“Jangan terus kita ciptakan polemik di internal partai ini, kita ciptakan harmonisasi supaya PPP bisa bergerak menatap perjuangan 2029. Kita ketahui PPP saat ini tidak ada di parlemen artinya target 2029 bagaimana PPP bisa kembali ke parlemen dan sudahilah konflik itu,” ujarnya. (Dedy)

  • Related Posts

    DPRD NTB Tinjau Jembatan Bayan–Loloan yang Terputus, Sudirsah Dorong Penanganan Segera

    Pimpinan Komisi IV DPRD NTB, Sudirsah Sujanto bersama salah seorang warga Bayan KLU   Lombok Utara, (KabarBerita) – Pimpinan Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Bidang Infrastruktur, Sudirsah Sujanto,…

    Disorot Survei Pilkada, Didi Sumardi Pilih Fokus Kinerja: “Terlalu Dini Bicara Suksesi”

    Mataram(KabarBerita)— Nama Didi Sumardi mulai disebut dalam sejumlah survei sebagai kandidat potensial pada Pilkada Kota Mataram. Menanggapi hal itu, politisi Partai Golkar tersebut memilih meredam euforia dan menegaskan fokusnya saat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Akhiri Konflik PPP, Marga Harun; 2029 PPP Harus Kembali ke Parlemen

    Akhiri Konflik PPP, Marga Harun; 2029 PPP Harus Kembali ke Parlemen

    JMSI NTB Gelar Media Gathering di Mandalika dan Silaturahim Strategis dengan Manajemen ITDC

    JMSI NTB Gelar Media Gathering di Mandalika dan Silaturahim Strategis dengan Manajemen ITDC

    DPRD NTB Tinjau Jembatan Bayan–Loloan yang Terputus, Sudirsah Dorong Penanganan Segera

    DPRD NTB Tinjau Jembatan Bayan–Loloan yang Terputus, Sudirsah Dorong Penanganan Segera

    Didi Sumardi Kritik Keras Upah PPPK di NTB, Sebut Pemerintah Gagal Jadi Contoh

    Didi Sumardi Kritik Keras Upah PPPK di NTB, Sebut Pemerintah Gagal Jadi Contoh

    Legislator Senayan Lalu Ari Kembali Salurkan 150 Ribu Beasiswa PIP di Lombok

    Legislator Senayan Lalu Ari Kembali Salurkan 150 Ribu Beasiswa PIP di Lombok

    Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci

    Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci