
Mataram(KabarBerita)— Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Siti Fitriani Bakhesyi, terus mendorong penguatan ekonomi perempuan melalui program pemberdayaan berbasis keterampilan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni menggelar pelatihan menjahit bagi ibu rumah tangga dan lulusan SMK yang belum bekerja.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang usaha baru di tengah masyarakat.
Siti Fitriani Bakhesyi yang akrab disapa Pipit mengatakan, pelatihan menjahit itu lahir dari aspirasi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga yang ingin memiliki keterampilan agar bisa membantu perekonomian keluarga.
“Banyak ibu-ibu yang ingin punya kemampuan menjahit supaya bisa lebih mandiri secara ekonomi. Karena itu kita fasilitasi melalui pelatihan ini agar mereka punya skill yang bisa langsung dimanfaatkan,” ujarnya.
Menurut politisi Partai NasDem tersebut, keterampilan menjahit memiliki peluang yang cukup menjanjikan di tengah meningkatnya kebutuhan produk fashion dan usaha konveksi rumahan. Selain ibu rumah tangga, program itu juga menyasar lulusan SMK yang belum mendapatkan pekerjaan.
Pipit menilai generasi muda perlu didorong untuk lebih kreatif dan produktif dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki agar tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan formal.
“Kita ingin peserta tidak hanya memiliki kemampuan dasar menjahit, tetapi juga mampu melihat peluang usaha yang bisa dikembangkan secara mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai program berbasis keterampilan seperti ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pertumbuhan UMKM sekaligus membantu menekan angka pengangguran.
Menurutnya, keterampilan menjahit dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun usaha produktif yang berkelanjutan.
“Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha baru, terutama dari kalangan perempuan dan anak muda, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu mengembangkan kemampuan menjahit menjadi usaha rumahan yang produktif dan bernilai ekonomi, sekaligus memperkuat sektor UMKM di Kota Mataram.








