
Mataram(KabarBerita) – Geliat proyek konstruksi skala besar di lingkungan Pemerintah Kota Mataram pada tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Keterbatasan anggaran akibat berkurangnya dana transfer daerah membuat pemerintah harus lebih selektif menentukan prioritas pembangunan.
Berdasarkan data Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram, tahun ini hanya terdapat delapan paket proyek konstruksi yang masuk proses tender atau lelang.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram, Lalu Muhammad Iqbal, menjelaskan delapan paket tersebut tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya dua paket di RSUD Kota Mataram, proyek perbaikan puskesmas pembantu dan Puskesmas Karang Pule pada Dinas Kesehatan, lanjutan pembangunan Pasar Ikan Bersih milik Dinas Perikanan, lanjutan pembangunan Pasar Cakranegara pada Dinas Perdagangan, serta dua paket di Dinas PUPR Kota Mataram.
“Di Dinas PUPR ada paket konsultan manajemen konstruksi dan pembangunan tahap dua Kantor Wali Kota Mataram,” ujar Iqbal.
Tak hanya jumlah paket yang berkurang, nilai anggaran sejumlah proyek juga dinilai belum mampu mengakomodasi kebutuhan pembangunan secara menyeluruh. Salah satunya pada proyek lanjutan Pasar Ikan Bersih.
Tahun ini, proyek tersebut hanya mendapat alokasi sekitar Rp800 juta. Dengan anggaran tersebut, pengerjaan yang dapat dilakukan hanya sebatas pembangunan atap lapak pedagang. Sementara penyempurnaan atap untuk seluruh kawasan pasar serta pembangunan instalasi pengolahan air limbah belum bisa direalisasikan.
“Untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan proyek Pasar Ikan Bersih itu tidak cukup dengan dana yang tersedia sekarang,” katanya.
Iqbal menegaskan kondisi tersebut tidak lepas dari keterbatasan fiskal daerah. Pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian dan menerapkan skala prioritas dalam pelaksanaan pembangunan.
Meski demikian, proses pengadaan proyek tetap berjalan. Dari total delapan paket yang direncanakan, sejauh ini baru satu paket yang telah selesai proses lelang, yakni konsultan manajemen konstruksi untuk lanjutan pembangunan Kantor Wali Kota Mataram.
Sementara tujuh paket lainnya masih berada pada tahap penyusunan perencanaan. Pemerintah menargetkan proses tender melalui LPSE dapat mulai dilaksanakan pada akhir Mei hingga awal Juni mendatang.







