Abdul Hadi Sebut Keterlambatan Evakuasi Pendaki Asal Brasil di Rinjani sebagai Momentum Pembenahan Basarnas

Mataram, (KabarBerita) – Anggota Komisi V DPR RI yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Infrastruktur dan Pembangunan, Abdul Hadi, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Juliana Marins, pendaki asal Brasil, dalam kecelakaan di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas keterlambatan evakuasi korban yang memerlukan waktu hingga tiga hari sejak korban pertama kali melaporkan kondisinya.

“Publik berhak mempertanyakan lambatnya evakuasi ini. Bagaimana bisa dalam waktu kritis korban sempat memberi sinyal dan baru bisa dijangkau setelah tiga hari? Ini harus menjadi pembelajaran serius,” ujar Abdul Hadi di Jakarta, Rabu (25/6).

Menurutnya, Basarnas dan tim SAR memang dihadapkan pada tantangan medan ekstrem, kabut tebal, dan posisi korban di jurang sedalam 600 meter. Ia pun memberi apresiasi atas dedikasi tim SAR di lapangan, tetapi menekankan bahwa kejadian ini harus dievaluasi secara mendasar agar standar tanggap darurat bisa lebih cepat dan lebih tepat.

“Sudah saatnya kita mengevaluasi dan memperbarui SOP evakuasi di kawasan pegunungan dan taman nasional. Latihan rutin dan pelibatan komunitas lokal harus ditingkatkan agar respons lebih sigap,” ungkap Politisi PKS asal Lombok ini.

Selain itu, Abdul Hadi mendorong agar pemerintah memperkuat kapasitas dan teknologi SAR. “Pengadaan drone pencari panas dan drone logistik berat harus menjadi prioritas, sekaligus memastikan seluruh pendaki, terutama wisatawan mancanegara, membawa pelacak GPS atau emergency beacon. Dengan begitu, upaya evakuasi bisa berlangsung lebih cepat dan akurat,” tambahnya.

Ia juga meminta adanya pusat komando terpadu dalam situasi darurat agar koordinasi antarinstansi – Basarnas, taman nasional, TNI, Polri, BPBD, dan komunitas lokal – lebih efektif dan berbasis data real-time. “Kejadian ini harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan,” pungkasnya.

Related Posts

Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp 27,68 Triliun hingga Februari 2026

JAKARTA (KabarBerita) – PT. Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat kinerja positif pada awal tahun 2026. Hingga Februari 2026, Jamkrindo membukukan volume penjaminan sebesar Rp27,68 triliun dengan jumlah debitur terjamin mencapai…

Pemprov NTB dan Kemensos Perkuat Sinergi Penanganan Masalah Sosial dan Kemiskinan

JAKARTA (KabarBerita)-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat dan Kementerian Sosial Republik Indonesia memperkuat sinergi percepatan penanganan kemiskinan dan berbagai persoalan sosial. Dalam pertemuan antara Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

DP3A Mataram Dukung Aturan Pembatasan Medsos untuk Anak, Siap Gencarkan Sosialisasi

DP3A Mataram Dukung Aturan Pembatasan Medsos untuk Anak, Siap Gencarkan Sosialisasi

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp 27,68 Triliun hingga Februari 2026

Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp 27,68 Triliun hingga Februari 2026

Isu THR Fantastis DPRD Mataram Picu Polemik, PKS Minta Sekda Klarifikasi

Isu THR Fantastis DPRD Mataram Picu Polemik, PKS Minta Sekda Klarifikasi

Mudik Gratis Pemkot Mataram Antar 250 Perantau Pulang ke Sumbawa

Mudik Gratis Pemkot Mataram Antar 250 Perantau Pulang ke Sumbawa

Fraksi PKS DPRD Mataram Berbagi Bingkisan Lebaran untuk PTT dan PPPK Paruh Waktu

Fraksi PKS DPRD Mataram Berbagi Bingkisan Lebaran untuk PTT dan PPPK Paruh Waktu