
Mataram(KabarBerita) – Masalah klasik pengelolaan sampah kembali mencuat di Kota Mataram. Bau busuk dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Lawata, Kelurahan Dasan Agung Baru, memicu aksi warga yang menutup sementara aktivitas TPS pada Minggu sore. Penutupan ini menjadi sinyal kuat desakan warga agar pemerintah segera membenahi sistem pengangkutan sampah yang dinilai bermasalah.
Aksi penutupan dilakukan dengan cara memarkir kendaraan roda tiga pengangkut sampah di tengah jalan. Warga sengaja menghentikan seluruh aktivitas pembuangan agar sampah tidak terus menumpuk. Selama berbulan-bulan, sampah di TPS tersebut dilaporkan tidak diangkut, sehingga volumenya terus bertambah dan meluber hingga ke pintu TPS.
Ketua RT Lawata, Dedi Andriadi, menyebut penutupan TPS bukan sekadar aksi spontan, melainkan akumulasi kekecewaan warga. “Sampah ini sudah menumpuk sejak Desember dan baunya sangat menyengat. Warga terganggu setiap hari. Kami ingin ada solusi nyata, bukan janji,” ujarnya. Ia menegaskan, kondisi tersebut sudah tidak layak berada di tengah permukiman padat penduduk.
Tekanan warga akhirnya direspons. Camat Selaparang, Mulya Hidayat, mengatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram langsung bergerak melakukan pembersihan area TPS. Pengangkutan sampah tetap berjalan, namun dengan skema baru. “Sampah dari motor roda tiga tetap diterima, tapi tidak boleh dibuang di TPS. Langsung dipindahkan ke dump truk,” jelasnya.
Peristiwa ini sekaligus mempercepat wacana penerapan TPS mobile di wilayah Selaparang. Saat ini, hanya empat kelurahan yang masih membuang sampah ke TPS Lawata, sementara kelurahan lainnya sudah beralih ke sistem mobile. Pemerintah kecamatan menargetkan sistem ini dapat diterapkan merata untuk mengurangi penumpukan sampah di satu titik.







