
MATARAM (KabarBerita)-Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terus melakukan pemulihan dan rehabilitasi kondisi pasca bencana banjir diwilayah Pulau Sumbawa.
Intensitas hujan tinggi yang melanda Pulau Sumbawa, mengakibatkan bencana banjir di tiga daerah, yaitu, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Hal ini disampaikan, Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi, bahwa telah terjadi bencana banjir di tiga kabupaten tersebut mulai dari tanggal 13-16 November 2025.
Ahmadi mengatakan, bahwa untuk wilayah Kabupaten Sumbawa, Ia telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi, dimana kawasan Moyo hilir, dan desa Prajab menjadi daerah yang terdampak banjir, hal itu mengakibatkan genangan air dijalan Provinsi dan ada separuh jalan yang tergerus hingga 65 meter.
“Saya langsung kunjungan lapangan, cek kondisi aslinya, kalau yang di Sumbawa itu terjadi banjir di kawasan moyo hilir, dan desa Prajab ada juga beberapa tempat tertutup lumpur, kemudian ada juga yang hampir putus juga yang di jalan provinsi,”katanya saat dikonfirmasi KabarBerita melalui via telpon, Selasa (18/11/2025) kemarin.
Lebih lanjut, Ahmadi mengatakan untuk penanganan jalan provinsi itu, ditangani oleh Balai Pemelihara Jalan Sumbawa untuk bagaimana mengkondisikannya. “Jadi karena erosi dari saluran drainase pada jalannya, yang mengakibatkan banjir, dan untuk jalan nanti itu, bisa ditangani Balai Pemelihara Jalan,” terangnya.
Ia menambahkan, untuk banjir yang melanda wilayah Kabupaten Dompu, terutama yang di kecamatan Longonduru, diakibatkan adanya luapan air dari sungai laju. “Jadi luapan Sungai Laju ini, ada beberapa tempat yang kebetulan tanggulnya rendah. Air masuk lewat situ ke desa, sehingga desa juga terendam tapi jarak tiga sampai empat jam sudah surut kembali,”tambahnya.
Ahmadi juga menyampaikan bahwa, banjir yang melanda wilayah kabupaten Dompu berdampak terhadap puluhan hektar sawah yang ikut terendam, akibat luapan air Sungai Laju. “Air masuk ke sawah dan itu juga sudah surut. Dan terhadap sungai-sungai bantaran sungai tanggul-tanggulnya rusak ini saya mintakan tolong pada BBWS NT I untuk memperbaikinya, sehingga nanti jika ada banjir susulan, tidak lagi air masuk ke sana,”ucapnya.
Sementara itu, terkait banjir yang melanda Kabupaten Bima, yang berada di desa Lembe Kecamatan Bolo, diakibatkan adanya bagian hilir air yang melintas ke kampung, sehingga satu unit jembatan kabupaten patah. “Untung sudah dilakukan pembersihan dan penanganan yang cepat oleh BBWS NTI,”ungkapnya.
Mengenai logistik masyarakat, Ahmadi menegaskan bahwa jauh sebelum terjadi bencana sudah dilakukan pendistrubusian dan sudah dilakukan penambahan persediaan.
“Kami distribusikan baik ke BPBD kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima, Kota Bima, semua sudah kami serahkan, bahkan dua kali tambahan ke sana,”ucapnya.
Ia juga menyatakan bahwa untuk saat ini masyarakat sudah bisa beraktivitas kembali, sejak H+1 pasca bencana sudah normal kondisinya. “Sudah baik, dan tidak terlalu mengkhawatirkan, sudah aman itu,”katanya.
Adapun dampak kerugian yang ditimbulkan dengan adanya bencana itu, menurutnya masih dalam proses pengecekan dan yang terlihat saat ini, masih pada proses pembersihan rumah karena banyaknya lumpur dan sampah yang masuk kerumah-rumah yang terseret arus air. “Kerugiannya paling pembersihan rumah saja dan ini kita minta dihitung dampak kerugian berdasarkan rumah-rumah yang terendam banjir,”ucapnya.
“Jadi kita himbau kepada masyarakat kita terutama masyarakat kita yang ada di bantaran sungai karena kita ini kan barusan mulai banjir, artinya kedepannya pasti akan ada banjir susulan yang lebih besar, untuk itu berhati-hati beraktivitas yang ada di bantaran sungai, baik itu penyimpanan makanan, alat-alat elektronik, itu tidak ditaruh di bawah, agar mengurangi kerugian dari masyarakat,”imbuhnya. (Wir/red).






