
Mataram(KabarBerita)– Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Mataram masih tergolong rendah sepanjang tahun 2025. Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram kini memasang strategi jemput bola dengan memperbanyak layanan pemeriksaan kesehatan di berbagai kegiatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan, mengakui rendahnya capaian program tersebut tidak terlepas dari sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan sumber daya yang bersumber dari pemerintah pusat.
“Cek kesehatan gratis kita memang masih lumayan rendah. Permasalahannya di 2025 ada beberapa persoalan terkait ketersediaan sumber daya dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Meski demikian, pada tahun 2026 Dikes Mataram berupaya mengoptimalkan pelaksanaan program CKG dengan memanfaatkan pendanaan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), selain tetap mengandalkan dukungan dari pemerintah pusat.
Menurut Emirald, salah satu langkah yang kini diperkuat adalah strategi jemput bola. Dikes tidak lagi hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas, melainkan aktif menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai kegiatan masyarakat.
“Kalau kita mengharapkan masyarakat datang ke puskesmas, itu agak berat. Jadi kita lakukan kegiatan eksternal atau jemput bola. Setiap ada kegiatan masyarakat, kami menyisipkan layanan cek kesehatan gratis di sana,” jelasnya.
Sejumlah kegiatan seperti pertemuan organisasi perempuan, kegiatan masyarakat, hingga agenda publik lainnya menjadi sasaran pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis. Langkah ini dinilai efektif untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan partisipasi masyarakat.
Ia menambahkan, sasaran program CKG tidak hanya terbatas pada warga yang sedang berulang tahun, tetapi telah diperluas agar cakupan pendataan kondisi kesehatan masyarakat Kota Mataram semakin luas.
Program ini, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada skrining kesehatan semata, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut bagi warga yang terdeteksi memiliki risiko kesehatan tinggi. Bahkan, sesuai wacana dari pemerintah pusat, warga dengan risiko tinggi akan menjadi prioritas dalam penanganan rutin di fasilitas kesehatan.
“CKG ini bukan hanya skrining, tapi ada tindak lanjutnya. Kalau ditemukan warga dengan risiko tinggi, nantinya akan masuk prioritas untuk penanganan rutin,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Mataram, target sasaran CKG pada tahun 2025 mencapai 448.775 jiwa. Namun hingga akhir tahun, capaian baru mencapai 12,18 persen atau sekitar 161.559 jiwa.
Sementara pada tahun 2026, target sasaran kembali meningkat menjadi 451.323 jiwa. Dengan strategi jemput bola, Dinas Kesehatan berharap capaian program CKG tahun ini dapat meningkat signifikan dan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan masyarakat Kota Mataram.







