Ciptakan Sejarah Baru, RSJ Mutiara Sukma Ganti Nama Jadi RS Mutiara Sukma

Mataram (KabarBerita) – Dalam Peringatan HUT NTB ke-67 pada 17 Desember 2025 nanti, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma akan menulis sejarah baru.

Sejarah baru yang akan dibuat yaitu penggantian nama pada RSJ Mutiara Sukma menjadi Rumah Sakit (RS) Mutiara Sukma.

Hal itu disampaikan Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr. Wiwin Nurhasida. Melalui pesan WA pada Rabu (10/12/2025) kemarin.

dr. Wiwin mengatakan perubahan nama tersebut akan diresmikan bersamaan dengan peresmian Gedung Rehabilitasi NAPZA. Yang rencannya akan dilaksanakan pada 17 Desember 2025, yang sekaligus menjadi momentum HUT NTB.

“Iya, rencananya demikian. Perubahan nama RSJ Mutiara Sukma menjadi RS Mutiara Sukma dan peresmian Gedung Rehabilitasi Trauma Healling (NAPZA),” ujarnya.

Kendati demikian, menurut dr. Wiwin pihaknya masih belum dapat memastikan lokasi dan tanggal peresmiannya lantaran masih dalam proses administrasi, dan itu yang sedang diupayakan supaya segera terealisasi dan bisa menjadi kado HUT NTB.

“Semoga ya. Soalnya masih proses administrasi. Kita tunggu saja nggih,” ucapnya.

Lebih lanjut Wiwin menambahkan nama dan gedung baru Rumah Sakit tersebut rencananya akan diresmikan langsung oleh Gubernur NTB, dr. Lalu Muhammad Iqbal, Ia juga berharap semua proses segera rampung meskipun sampai saat ini sedang berproses.

“Tapi apakah langsung atau kolektif bersama proyek strategis lain, belum tau ya. Masih on process,” imbuhnya.

Untuk Informasi tambahan, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr. Hamzi Fikri sebelumnya menargetkan Peresmian RSUD Manambai dan peresmian Gedung KRIS RS Mandalika dan Gedung Trauma Healing RSJ Mutiara Sukma. Dan sekaligus meresmikan perubahan nama pada Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma menjadi Rumah Sakit (RS) Mutiara Sukma yang targetnya pada 17 Desember 2025 pekan depan.

Menurut Fikri perayaan HUT NTB ke-67, akan ada juga launching ‘Telemadicine’ yang bekerja sama dengan Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, yang kegunaannya untuk memudahkan sistem konsultasi jarak jauh oleh para petugas kesehatan dan  bisa dimanfaatkan oleh para pasien.

“Telemadicine ini akan lebih memudahkan dokter-dokter kita, petugas kesehatan kita melakukan konsultasi dari jarak jauh ke fasilitas kesehatan yang memang sudah lengkap,” tambahnya. (Wira)

Related Posts

Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

MATARAM (KabarBerita) – Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal merealisasikan salah satu janji politiknya yakni menyalurkan bantuan dana ke desa-desa dengan spesifikasi khusus yaitu yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem…

Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

MATARAM (KabarBerita)–Sinta Agathia M. Iqbal resmi dilantik sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2026–2031, menandai penguatan komitmen daerah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kanker berbasis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

Dampingi Mensos, Gubernur NTB Perkuat Sinergi Penanganan Kimiskinan di NTB

Dampingi Mensos, Gubernur NTB Perkuat Sinergi Penanganan Kimiskinan di NTB

Dibawah Kepemimpinan Lalu Iqbal, Tiga Kementetian Apresiasi Capaian Kinerja Pemprov NTB

Dibawah Kepemimpinan Lalu Iqbal, Tiga Kementetian Apresiasi Capaian Kinerja Pemprov NTB

Pakar Hukum Unram Prof Amir Nilai 15 Anggota DPRD NTB Tak Dapat Dipidana

Pakar Hukum Unram Prof Amir Nilai 15 Anggota DPRD NTB Tak Dapat Dipidana

Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen

Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen