Dari 50 Kelurahan, Baru 5 Siap Bangun Kantor KDMP di Mataram

‎Mataram(KabarBerita) — Ambisi besar membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di seluruh wilayah Kota Mataram kini dihadapkan pada realitas lapangan. Dari 50 kelurahan yang ada, baru lima kelurahan yang dinyatakan siap untuk dibangun kantor KDMP. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam percepatan program ekonomi kerakyatan yang menjadi agenda nasional.

‎Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, bersama Sekretaris Daerah HL Alwan Basri dan jajaran OPD terkait turun langsung meninjau lokasi-lokasi yang sudah siap, di antaranya Kelurahan Bintaro, Ampenan Utara, Abian Tubuh Baru, Babakan, dan Mandalika. Peninjauan ini sekaligus menjadi upaya memastikan bahwa pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.

‎Mohan menegaskan, persoalan utama bukan pada kemauan, melainkan pada kepastian status lahan. Pemerintah kota, kata dia, tidak ingin gegabah menggunakan lokasi yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

‎“Yang kita kejar bukan sekadar cepat, tapi juga aman. Lahan yang digunakan harus jelas sebagai aset daerah,” tegasnya.

‎Di tengah keterbatasan tersebut, Pemkot Mataram memilih strategi bertahap. Lokasi yang sudah dinyatakan siap akan langsung digunakan, sementara usulan pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi NTB diarahkan untuk dikomunikasikan langsung dengan pihak provinsi. Langkah ini dinilai penting agar proses pembangunan tidak tersendat oleh persoalan administrasi.

‎Untuk mengejar ketertinggalan, para lurah diminta lebih aktif memetakan potensi lahan di wilayah masing-masing. Targetnya jelas: satu kelurahan, satu KDMP. Namun, realisasinya menuntut kerja ekstra, mengingat sebagian besar kelurahan masih terkendala ketersediaan lahan yang memenuhi syarat.

‎Program KDMP sendiri dirancang sebagai pusat denyut ekonomi masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian dan perikanan, hingga layanan ekonomi dasar berbasis koperasi. Karena itu, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penentu keberhasilan program tersebut.

  • Related Posts

    Hj. Istiningsih Dorong Pendidikan Antikorupsi Masuk Ruang Kelas, Praktik Mark Up Nilai Harus Dihentikan

    Mataram(KabarBerita)– Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Hj Istiningsih mendorong Pemerintah Kota Mataram segera mengimplementasikan pendidikan antikorupsi secara nyata di sekolah-sekolah. Menurutnya, penanaman nilai integritas tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi, tetapi…

    Mataram Jadi Titik Awal Gerakan Antikorupsi Indonesia Timur, KPK Ajak Masyarakat Bangun Budaya Integritas

    Mataram(KabarBerita)– Kota Mataram menjadi titik awal perjalanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menyebarkan semangat antikorupsi ke berbagai daerah di Indonesia Timur. Melalui program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026, KPK…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    PKB Peduli, LMB Sambangi Santri Sahid Al Khudri

    PKB Peduli, LMB Sambangi Santri Sahid Al Khudri

    Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di NTB, PLN Siapkan 51 SPKLU

    Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di NTB, PLN Siapkan 51 SPKLU

    Anggota DPD RI Evi Apita Maya Gandeng Guru dan Ormas Gencarkan Sosialisasi Empat Pilar

    Anggota DPD RI Evi Apita Maya Gandeng Guru dan Ormas Gencarkan Sosialisasi Empat Pilar

    Galakan JNBA, KPK Tegaskan Kolaborasi Semua Unsur Cegah Korupsi

    Galakan JNBA, KPK Tegaskan Kolaborasi Semua Unsur Cegah Korupsi

    Kolaborasi Perkuat Layanan Kesehatan Ibu melalui Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan

    Kolaborasi Perkuat Layanan Kesehatan Ibu melalui Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan

    Hj. Istiningsih Dorong Pendidikan Antikorupsi Masuk Ruang Kelas, Praktik Mark Up Nilai Harus Dihentikan

    Hj. Istiningsih Dorong Pendidikan Antikorupsi Masuk Ruang Kelas, Praktik Mark Up Nilai Harus Dihentikan