Detektor Debit Air Jadi Sarana Mitigasi Bencana, Para Donatur Tinjau Langsung Implementasinya

Mataram, (KabarBerita) – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB dan PMI Kabupaten Lombok Barat bersama pemerintah daerah menggelar pertemuan guna mitigasi bencana banjir dengan menggunakan alat detektor debit air, pada Senin (13/10).

Ketua PMI Provinsi NTB, dr. Herman Mahaputra, mengatakan bahwa alat detektor ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini (Wireless Warning System) yang digunakan untuk mengukur debit air di daerah rawan banjir.

“Tiga alat telah dipasang di tiga lokasi yakni di Sekotong, Lembar, dan Cemara,” terang dr. Jack sapaan akrabnya.

Dia juga mengatakan Dalam acara ini nantinya, akan hadir juga 37 delegasi dari 18 negara sebagai bagian dari visitasi Palang Merah Internasional. Para delegasi meninjau langsung lokasi pemasangan alat sekaligus memantau perkembangan rehabilitasi ekosistem mangrove yang telah ditanam sejak tahun 2013 dan mereka dikabarkan akan melakukan pemantauan pada Rabu, (15/10) lusa.

“Jadi ini hibbah dari Palang Merah Internasional dan mereka ingin melihat langsung ke lokasi, bagaimana dan seperti apa implementasinya,” ucap dr. Jack.

Sementara itu Ketua PMI Lombok Barat, Haris Karnain, mengatakan Tim delegasi dari 18 negara ini nantinya akan melakukan kegiatan peninjauan ke daerah aliran sungai (DAS) yang kerap terdampak banjir dan pemanfaatan fungsi wirlees warning system dalam melakukan mitigasi.

“Aksi antisivatory guna mitigasi dan mencegah bencana supaya tidak terlalu berdampak,”terang Haris.

Haris juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari aksi antisipatif untuk mencegah dampak bencana yang lebih besar.

Haris juga mengatakan bahwa Program pemasangan detektor telah mulai berjalan tahun ini, dan alat yang telah terpasang secara keseluruhan berjumlah tiga unit. Sistem ini terkoneksi langsung dengan berbagai instansi terkait seperti BMKG, BPBD, Dinas Sosial, dan dinas teknis lainnya.

“Jadi tahun ini kita sudah pasang 3 alat dan ini merupakan langkah awal dalam mitigasi bencana terutama daerah rawan,” ucapnya.

Lebih lanjut Haris mengatakan bahwa NTB menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem ini secara komprehensif, menjadikannya sebagai proyek percontohan nasional dan Para delegasi dari 18 negara ingin melihat secara langsung implementasi alat tersebut dan dampaknya terhadap masyarakat.

” Alat ini sendiri merupakan hibah dari Palang Merah Internasional, dan termasuk para delegasi ini merupakan donatur dalam pengadaan alat detektor ini,” imbuhnya.

PMI menekankan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara “bottom-up”, dengan melibatkan masyarakat sejak awal dalam setiap proses mitigasi dan respons bencana. (red)

Related Posts

Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

Mataram (KabarBerita) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat paripurna bersama Pemerintah Provinsi NTB dengan agenda penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas…

TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

Mataram (KabarBerita) – Ketua Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Dr. Zainul Majdi menyayangkan pernyataan anggota Komisi III DPR RI Abdullah yang menyebut afiliasi organisasi pondok pesantren dan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak

BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak

Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu NTB Komit Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Jurdil

Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu NTB Komit Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Jurdil