
Mataram(KabarBerita) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram meminta seluruh penyedia makanan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pengelola Pemberian Gizi (SPPG) di kota ini agar mengalokasikan 10 persen dari jatah makanan untuk masyarakat di luar anak sekolah. Kelompok sasaran itu meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, mengatakan program MBG memang berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah. Namun, pemerintah juga ingin memastikan kelompok rentan lain ikut merasakan manfaatnya.
“Target utama memang anak sekolah, tapi 10 persen dari jatah MBG wajib dialokasikan untuk sasaran di luar itu, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujarnya, Kamis (23/10).
Menurutnya, kelompok tersebut sangat penting diperhatikan karena berperan besar dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dengan tambahan makanan bergizi dari program MBG, asupan gizi ibu dan anak dapat lebih terjamin.
“Ibu hamil dan menyusui tentu butuh nutrisi cukup agar kondisi kesehatannya dan bayinya optimal. Begitu juga balita, terutama yang berisiko stunting. Makanan tambahan ini bisa menjadi dukungan penting untuk mencegah kekurangan gizi,” jelas Emirald.
Ia menegaskan, Dinas Kesehatan akan memastikan setiap dapur MBG memenuhi ketentuan ini. Bila ada penyedia yang tidak mematuhi kewajiban alokasi 10 persen, maka pihaknya tidak akan menandatangani Surat Keterangan Kelayakan Hasil (SKKH) sebagai syarat administrasi pencairan.
“Itu sudah hasil kesepakatan bersama. Semua dapur sudah menyanggupi. Jadi kalau tidak menjalankan, SKKH-nya tidak akan kami tanda tangani,” tegasnya.
Meski begitu, Emirald memahami bahwa di beberapa lokasi ada kendala teknis, terutama karena jumlah sasaran di luar anak sekolah yang kurang dari 10 persen. Namun, ia memastikan koordinasi terus dilakukan agar distribusi MBG tetap tepat sasaran.
“Kami terus pantau dan bantu supaya pelaksanaannya berjalan baik. Intinya, program ini tidak hanya soal memberi makan, tapi bagaimana memastikan gizi yang diberikan aman, seimbang, dan benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya.






