
Anggota DPRD NTB, Muhammad Aminurlah (Kanan) dan Akhdiansyah (Kiri).
Mataram, (KabarBerita) — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal resmi menetapkan jajaran direksi baru PT Gerbang NTB Emas (GNE) periode 2026-2031 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Selasa (28/4) dengan menunjuk Yuyud Indrayudi sebagai Direktur Utama, kemudian Sulman sebagai Direktur Keuangan, dan Suhaimi sebagai Direktur Operasional.
Jajaran direksi baru PT GNE diminta fokus pada pembenahan dan meningkatkan kinerja internal perusahaan, serta memperbaiki tata kelola perusahaan dengan bisnis yang dipersempit ke sektor material konstruksi.
Menanggapi penetapan jajaran direksi baru PT GNE itu, DPRD Provinsi NTB justru mendorong PT GNE bisa melakukan ekspansi bisnis terutama setelah mendapatkan suntikan anggaran sebesar Rp.8 miliar. Karena sebagai BUMD yang punya sejarah panjang, PT GNE dinilai punya potensi kembali bangkit dan berkontribusi meningkatkan fiskal daerah.
“Tantangan kedepan PT GNE harus bisa melakukan identifikasi dan diversifikasi jenis usahanya, dan itu perlu kreatifitas, kira-kira fokusnya mau bisnis apa?,” kata anggota Komisi III DPRD NTB, Akhdiansyah saat dihubungi kabarberita, Selasa (27/4).
Dikatakan politisi PKB ini, dengan adanya suntikan anggaran Rp.8 miliar PT GNE seharusnya bisa stabil dan melaju kencang sebagai BUMD mesin pencetak uang bagi daerah. PT GNE harus meninggalkan gaya lama yang hanya berfokus pada usaha vaping blok dan batako.
“Kalau pun mau tetap usaha batako ya paling tidak batakonya standar SNI. Tapi bagaimana pun kedepan PT GNE harus melakukan ekspansi bisnis, misalnya proyek di daerah yang dibiayai APBD dan APBN,” jelasnya.
Lebih spesifik politisi asal Dompu yang akrab disapa guru To’i ini mengatakan PT GNE bisa menjajaki peluang kerjasama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai program pemerintah pusat di daerah.
“MBG dan Kopdes Merah Putih potensial. BUMD ini harus berkontribusi dalam peningkatan fiskal daerah melalui PAD,” saran guru To’i.

Hal senada disampaikan anggota DPRD NTB fraksi PAN, Muhammad Aminurullah atau yang akrab disapa Aji Maman. Ia mengtakan PT GNE sudah waktunya meninggalkan usaha lama yang hanya bergelut di bisnis pasir dan semen (vaping blok).
Menurutnya PT GNE juga harus ekspansi bisnisnya ke usaha yang lebih potensial.
“Harus ekpansi dong core bisnisnya jangan hanya semen, pasir aja dan bersaing dengan usaha masyarakat,” pintanya.
Dikatakan Aji Maman, PT GNE dibawah direksi yang baru harus segera melakukan pembenahan secara menyuluruh mulai dari keuangan, transaksi, manajemen, sistem, prosedur operasional hingga core bisnisnya.
“Kalau hanya vaping blok, semua orang juga bisa tanpa perusahaan. Jadi itu harus dibenahi dulu,” tegasnya.
Sementara itu, terkait peluang kerjasama dalam program MBG dan Kopdes Merah Putih, Aji Maman menilai peluang itu potensial dijajaki oleh PT GNE. Pendistribusian hasil produk lokal mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan bisa dilakukan melalui BUMD.
“Bisa saja, itu bagus. Bagaimana hasil masyarakat, petani dan nelayan itu bisa didistribusikan, nanti yang menaunginya adalah BUMD,” pungkasnya. (Red)





