Disdik Mataram Ingatkan Sekolah, Acara Perpisahan Jangan Sampai Memberatkan Orang Tua

Mataram(KabarBerita)— Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Martawang, mewanti-wanti seluruh sekolah agar tidak menjadikan kegiatan perpisahan sebagai beban bagi orang tua siswa. Menurutnya, keberlanjutan pendidikan anak harus menjadi prioritas utama dibanding kegiatan seremonial semata.

Martawang menegaskan, Pemerintah Kota Mataram memiliki fokus besar memastikan siswa yang lulus dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya tanpa terkendala persoalan biaya. Karena itu, pengurangan beban pengeluaran pendidikan dinilai menjadi langkah strategis untuk mendukung program wajib belajar di Kota Mataram agar terus melampaui target.

“Kalau kita mengurangi beban itu, paling tidak bisa membantu psikologis siswa maupun orang tua agar memiliki kepercayaan diri yang lebih baik. Visi utamanya adalah keberlanjutan pendidikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah untuk membahas berbagai masukan dan persoalan yang muncul terkait kegiatan perpisahan sekolah.

“Saya ingin memastikan bahwa apa yang menjadi catatan dan masukan itu nanti bisa kita carikan solusi terbaik. Konteks utamanya adalah tidak boleh memberatkan anak-anak dan tidak boleh memberatkan orang tua,” katanya.

Terkait wacana larangan pelaksanaan acara perpisahan di hotel, Martawang menyebut hal tersebut masih bersifat opsional dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Sebab, ada juga sebagian orang tua siswa yang menginginkan kegiatan tersebut tetap digelar secara lebih formal.

Namun demikian, ia mengingatkan agar kegiatan perpisahan tidak memunculkan kesenjangan sosial di lingkungan sekolah. Menurutnya, jangan sampai ada siswa yang merasa terbebani atau terpinggirkan karena kondisi ekonomi keluarga berbeda.

“Kalau memang ada yang menginginkan kegiatan seperti itu, jangan sampai kemudian siswanya menjadi terstrata. Ada yang orang tuanya mampu lalu dengan mudah setuju, sementara yang kurang mampu merasa terbebani. Yang mampu harus punya kepedulian terhadap yang kurang mampu,” tegasnya.

Martawang menekankan prinsip dasar yang ingin diterapkan dalam manajemen Dinas Pendidikan Kota Mataram adalah memastikan seluruh kebijakan pendidikan berjalan adil dan tidak menambah tekanan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin memastikan tidak boleh memberatkan dan tidak boleh membuat siswa terstrata dalam kondisi mampu dan tidak mampu. Keberlanjutan pendidikan itu lebih penting dari segala-galanya, termasuk kegiatan seremonial seperti acara perpisahan sekolah,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Siswa SMKN 1 Jonggat Toreh Prestasi Juara 1 LKS Bidang Desain Grafis di Tingkat Provinsi NTB

    LOMBOK BARAT (KabarBerita)-SMKN 1 Jonggat kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional, siswa sekolah tersebut sukses meraih Juara 1 pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Provinsi…

    Pemprov NTB Mulai Benahi Akar Masalah Pendidikan

    MATARAM (KabarBerita)— Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mulai menjalankan reformasi besar di sektor pendidikan melalui pemerataan kualitas SMK, sinkronisasi data anak putus sekolah, penguatan pendidikan inklusif, hingga penyesuaian pendidikan dengan kebutuhan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Disdik Mataram Ingatkan Sekolah, Acara Perpisahan Jangan Sampai Memberatkan Orang Tua

    Disdik Mataram Ingatkan Sekolah, Acara Perpisahan Jangan Sampai Memberatkan Orang Tua

    BKD Mataram Tegaskan Tak Ada Dasar Hukum Berikan Keringanan PBB Hotel

    BKD Mataram Tegaskan Tak Ada Dasar Hukum Berikan Keringanan PBB Hotel

    DPRD NTB Apresiasi Pemprov NTB Atas Penghargaan Creative Finance 2026

    DPRD NTB Apresiasi Pemprov NTB Atas Penghargaan Creative Finance 2026

    Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

    Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

    394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

    394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB