Disperindag NTB sebut Harga Sembako Mengalami Penurunan Selama MBG Libur

MATARAM (KabarBerita) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB mengakui harga sejumlah bahan pokok mengalami penurunan selama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti sementara seiring libur sekolah.

Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata mengatakan penurunan harga terjadi karena berkurangnya permintaan bahan pangan di pasar selama operasional MBG tidak berjalan.

“Harga bapok masih turun sementara ini. Kemungkinan karena sebelumnya MBG belanja langsung ke produsen dan juga mengambil dari pasar. Sekarang karena MBG libur, permintaan berkurang sehingga harga ikut turun,” ujar Lalu Wiranata usai peresmian Bale Kita di kawasan Islamic Center NTB, Rabu (8/7/2026).

Lebih lanjut Lalu Wiranata menambahkan kondisi tersebut merupakan mekanisme pasar yang wajar, Saat permintaan meningkat, harga cenderung naik, sedangkan ketika permintaan menurun, harga kembali bergerak turun.

“Ini hukum ekonomi. Kalau permintaannya besar, otomatis harga naik, Pengusaha tentu mencari keuntungan. Sekarang karena permintaannya turun, harga ikut menyesuaikan,” katanya.

Kendati demikian, Lalu Wiranata menegaskan tidak bisa menyimpulkan bahwa MBG menjadi penyebab langsung kenaikan harga pangan, Menurutnya, peningkatan kebutuhan bahan pangan selama program berjalan memang berdampak pada tingginya permintaan pasar.

“Saya tidak bisa bilang MBG penyebab kenaikan harga, Ini lebih kepada hukum ekonomi karena operasional MBG membutuhkan bahan pangan dalam jumlah besar,” paparnya.

Selain itu, untuk menjaga stabilitas harga, Disperindag NTB terus melakukan operasi pasar dan mendorong masyarakat tetap berbelanja di pasar tradisional agar perputaran ekonomi tetap terjaga, ia juga memastikan isu penggunaan Minyakita maupun gas LPG subsidi untuk kebutuhan MBG tidak terbukti. Disperindag telah melakukan inspeksi setelah menerima laporan masyarakat dan tidak menemukan adanya pelanggaran.

“Kita tetap lakukan pengawasan, Waktu ada isu Minyak kita dan gas melon dipakai MBG, langsung kita sidak dan sampai sekarang belum kita temukan,” pungkasnya. (Wira/red)

  • Related Posts

    Gubernur Miq Iqbal Resmikan Bale Kita, Rumah Produk Autentik UMKM NTB

    MATARAM (KabarBerita)– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadirkan wajah baru pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peluncuran Bale Kita, pusat promosi dan pemasaran produk lokal yang mengedepankan kualitas,…

    Brida NTB Dukung Penuh Gagasan Gubernur Soal Pengolahan Air Tuaq “Nira” jadi Minuman Premium

    MATARAM (KabarBerita)- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB menegaskan siap mendukung penuh ide dan gagasan Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, dalam mengembangkan air nira atau air tuaq…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    DPP PPP Kembali Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai

    DPP PPP Kembali Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai

    Disperindag NTB sebut Harga Sembako Mengalami Penurunan Selama MBG Libur

    Disperindag NTB sebut Harga Sembako Mengalami Penurunan Selama MBG Libur

    Gubernur Miq Iqbal Resmikan Bale Kita, Rumah Produk Autentik UMKM NTB

    Gubernur Miq Iqbal Resmikan Bale Kita, Rumah Produk Autentik UMKM NTB

    PT. PCF Lunasi Tunggakan Royalti, Kontrak Mataram Mall Hanya Diperpanjang, Pola Kerja Sama Lama Tetap Dipertahankan

    PT. PCF Lunasi Tunggakan Royalti, Kontrak Mataram Mall Hanya Diperpanjang, Pola Kerja Sama Lama Tetap Dipertahankan

    Sewa Mobil Listrik Dilaporkan ke Kejaksaan, Pemprov NTB Tegaskan Pengadaan Sudah Sesuai Prosedur

    Sewa Mobil Listrik Dilaporkan ke Kejaksaan, Pemprov NTB Tegaskan Pengadaan Sudah Sesuai Prosedur

    Tinjau Program BRIDA NTB, Asisten II Setda Tekankan Pentingnya Hilirisasi Riset dan Ekonomi Hijau

    Tinjau Program BRIDA NTB, Asisten II Setda Tekankan Pentingnya Hilirisasi Riset dan Ekonomi Hijau