Brida NTB Dukung Penuh Gagasan Gubernur Soal Pengolahan Air Tuaq “Nira” jadi Minuman Premium

MATARAM (KabarBerita)- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB menegaskan siap mendukung penuh ide dan gagasan Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, dalam mengembangkan air nira atau air tuaq menjadi minuman premium hal itu disampaiakan orang nomor. 1 di Bumi Gora saat melakukan kunjungan ke Desa Mekar Sari Gunung Sari, Lombok Barat Juni lalu.

Hal ini dilakukan guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus menopang sektor pariwisata daerah dengan tujuan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Ariadi, mengatakan arahan tersebut sejatinya telah menjadi perhatian sejak dirinya dilantik sebagai Kepala BRIDA pada tahun lalu, dimana gubernur meminta BRIDA menghadirkan inovasi dalam pengelolaan komoditas lokal agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat desa.

“Sejak tahun lalu kami, saat direktif bapak gubernur meminta untuk melakukan riset dan inovasi dalam mengelola komoditas lokal yang melimpah agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan mendukung desa berdaya,” ujar Gede sapaan Kaban Brida NTB saat ditemui KabarBerita dikantornya pada, Kamis (2/7/2026) kemarin.

BRIDA NTB menggandeng Fakultas Teknologi Pangan Universitas Mataram (Unram) melakukan penelitian terhadap potensi air nira yang banyak ditemukan di kawasan hutan, menurutnya selama ini, hasil sadapan aren umumnya hanya diolah menjadi gula aren maupun gula semut dan minuman tradisional (tuaq,red).

Dari hasil riset tersebut, tim peneliti berhasil mengembangkan teknologi pengolahan air nira menjadi sirup dan minuman premium dengan kualitas yang dinilai mampu bersaing dengan produk serupa dari luar negeri. Penelitian juga menghasilkan tiga kategori produk berdasarkan kualitas dan karakteristiknya.

Menurutnya, produk premium tersebut memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan produk olahan biasanya. Bahkan harga jualnya diperkirakan dapat mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu per botol apabila dipasarkan sebagai produk premium dengan standar kualitas yang baik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa menghasilkan minuman premium tidak dapat dilakukan secara instan. Seluruh proses harus dikawal mulai dari budidaya, teknik penyadapan, penanganan pascapanen hingga teknologi pengolahan agar kualitas produk tetap terjaga.

“Produk premium harus dikawal dari hulu sampai hilir. Mulai dari cara budidaya, proses panen, menjaga kualitas nira, hingga teknologi pengolahannya, semua itu menentukan kualitas akhir produk,” jelasnya.

Tahun ini BRIDA akan meningkatkan tahapan pengembangan hasil riset melalui program inkubasi inovasi, Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyempurnaan teknologi, tetapi juga pendampingan kepada kelompok tani dan pelaku UMKM agar mampu memproduksi, mengemas, serta membangun merek produk secara profesional.

Selain itu, BRIDA juga akan memfasilitasi proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sertifikasi, hingga perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar produk siap dipasarkan secara luas.

“Kami akan melakukan inkubasi inovasi sekaligus inkubasi bisnis. UMKM akan didampingi mulai dari teknologi produksi, branding, pengurusan HAKI, hingga izin BPOM sehingga produknya siap masuk pasar,” terangnya.

Gede menilai peluang pasar produk air nira premium sangat menjanjikan, terutama untuk sektor pariwisata. Menurutnya, wisatawan mancanegara cenderung mencari produk lokal berkualitas tinggi yang memiliki cerita, asal-usul, dan proses produksi yang jelas.

“Pasarnya bukan hanya masyarakat lokal. Produk premium seperti ini sangat potensial masuk ke hotel-hotel dan menyasar wisatawan yang mencari produk lokal berkualitas dengan cerita budidaya dan proses produksinya,” ujarnya.

Meskipun demikian, ia mengakui tantangan terbesar masih berada pada perubahan pola pikir masyarakat, dimana petani lebih mengenal pengolahan nira menjadi tuak, gula aren, atau gula semut. Karena itu diperlukan edukasi, pendampingan teknologi, serta inovasi berkelanjutan agar air nira dapat diolah menjadi produk yang higienis, sehat, dan bernilai ekonomi tinggi.

“Produk premium tidak bisa lahir secara instan, Dibutuhkan riset, teknologi, proses budidaya yang benar, serta pendampingan kepada masyarakat agar mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas,” pungkasnya. (Wira/red)

  • Related Posts

    NTB Jadi Satu-satunya Provinsi Teken MoU Strategis dengan KKP

    JAKARTA (KabarBerita)– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencatatkan langkah strategis di tingkat nasional. Melalui pendekatan komunikasi yang proaktif dengan pemerintah pusat, NTB menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia…

    IKA MT AL-Kahfi FKIP Unram Kembali Akan Menggelar Lomba Olimpiade Matematika (LOM) ke-4 se Bali Nusra

    Mataram (KabarBerita) – Ikatan Keluarga Alumni MT Al-Kahfi (IKA MT AL-KAHFI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram kembali akan menggelar Lomba Olimpiade Matematika (LOM) ke-4 Se Bali Nusra…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Masalah Minipulasi Domisili “Biang Kerok” SMPB 2026, Dikpora NTB Minta Masyarakat Objektif

    Masalah Minipulasi Domisili “Biang Kerok” SMPB 2026, Dikpora NTB Minta Masyarakat Objektif

    Ramayoga: SILPA Jadi Penyangga Kas Daerah, Termasuk Biayai Perjalanan Dinas DPRD

    Ramayoga: SILPA Jadi Penyangga Kas Daerah, Termasuk Biayai Perjalanan Dinas DPRD

    Brida NTB Dukung Penuh Gagasan Gubernur Soal Pengolahan Air Tuaq “Nira” jadi Minuman Premium

    Brida NTB Dukung Penuh Gagasan Gubernur Soal Pengolahan Air Tuaq “Nira” jadi Minuman Premium

    NTB Jadi Satu-satunya Provinsi Teken MoU Strategis dengan KKP

    NTB Jadi Satu-satunya Provinsi Teken MoU Strategis dengan KKP

    IKA MT AL-Kahfi FKIP Unram Kembali Akan Menggelar Lomba Olimpiade Matematika (LOM) ke-4 se Bali Nusra

    IKA MT AL-Kahfi FKIP Unram Kembali Akan Menggelar Lomba Olimpiade Matematika (LOM) ke-4 se Bali Nusra

    Ompreng MBG Makan Korban, Brigjen Pol LMI Ditahan Kejaksaan Agung

    Ompreng MBG Makan Korban, Brigjen Pol LMI Ditahan Kejaksaan Agung