DPRD Apresiasi Langkah Dinkes Buka Klinik Sore, Haris Maulana: Jawab Kebutuhan Warga Pekerja

Mataram(KabarBerita) – Rencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram membuka layanan Klinik Sore di puskesmas mendapat sambutan positif dari DPRD. Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Haris Maulana, menilai kebijakan tersebut merupakan terobosan yang tepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para pekerja yang sulit berobat pada jam kerja.

‎“Menurut saya cukup bagus, ya. Program ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan meski di luar jam kerja normal. Jadi, saya apresiasi langkah yang diambil Dinas Kesehatan di bawah pimpinan dr. Emirald,” ujarnya melalui sambungan WhatsApp, Kamis (24/10).

‎Namun, di balik apresiasi itu, Sekretaris Fraksi Golkar tersebut juga mengingatkan pentingnya kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan di puskesmas yang akan membuka layanan sore. Ia berharap kebijakan ini tidak hanya sekadar memperpanjang jam pelayanan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar.

‎“Puskesmas yang buka sore harus punya fasilitas yang memadai. Jangan hanya buka sampai sore tapi sarana dan prasarananya terbatas. Kalau lengkap, tentu akan sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang rumahnya jauh dari rumah sakit,” tegasnya.

‎Haris juga memastikan Komisi IV DPRD Kota Mataram akan ikut mengawal jalannya program ini agar berjalan sesuai tujuan. Menurutnya, pengawasan penting dilakukan untuk memastikan layanan sore benar-benar efektif dan memberi dampak nyata bagi warga.

‎“Ya, nanti kita lihat bagaimana pelaksanaannya setelah berjalan. DPRD pasti akan memantau, karena ini program baru dan perlu evaluasi agar bisa terus diperbaiki,” tambah legislator Dapil Kecamatan Mataram itu.

‎Sebagai informasi, program Klinik Sore yang digagas Dinkes Kota Mataram dijadwalkan mulai 27 Oktober 2025. Puskesmas Karang Taliwang akan menjadi lokasi pertama yang membuka layanan tersebut sebelum diterapkan secara bertahap di seluruh puskesmas se-Kota Mataram.

‎Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Mataram memperluas akses pelayanan kesehatan yang lebih fleksibel, dekat, dan ramah bagi masyarakat.

  • Related Posts

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    Mataram(KabarBerita) – Upaya penertiban reklame bodong di Kota Mataram belum bisa bergerak dalam waktu dekat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengungkapkan, penundaan tersebut berkaitan dengan kesibukan…

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis

    Mataram(KabarBerita) – Cadangan pangan berupa beras yang disiapkan untuk penanganan kebencanaan di Kota Mataram kini telah habis. Kondisi ini terjadi di tengah merosot tajamnya alokasi anggaran cadangan pangan daerah pada…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Direksi Baru PT GNE, Dewan NTB Dorong Ekspansi Bisnis, MBG dan Kopdes Potensial Dijajaki

    Direksi Baru PT GNE, Dewan NTB Dorong Ekspansi Bisnis, MBG dan Kopdes Potensial Dijajaki

    Direksi Baru PT. GNE Resmi Ditetapkan, Kerja Agresif Jadi Fokus Utama

    Direksi Baru PT. GNE Resmi Ditetapkan, Kerja Agresif Jadi Fokus Utama

    Kemenko PM Mendorong Transformasi Industri Bambu Selaawi sebagai Penggerak Ekonomi Perdesaan

    Kemenko PM Mendorong Transformasi Industri Bambu Selaawi sebagai Penggerak Ekonomi Perdesaan

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    BRIDA NTB Bersama PLN dan BRIN Akselerasi Pengembangan Riset PLTAL Selat Alas

    BRIDA NTB Bersama PLN dan BRIN Akselerasi Pengembangan Riset PLTAL Selat Alas

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis