Ekonomi NTB Triwulan III-2025 Tumbuh Stabil, IPM dan Ketenagakerjaan Alami Perbaikan

Mataram, (KabarBerita) – Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif pada Triwulan III tahun 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis di Mataram pada Rabu (05/11/2025), PDRB NTB atas dasar harga berlaku mencapai Rp49,49 triliun sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp28,92 triliun.

Secara triwulanan, ekonomi NTB tumbuh 3,91 persen (q-to-q), ditopang oleh meningkatnya aktivitas pada sektor industri pengolahan yang melonjak 40,71 persen. Secara tahunan (y-on-y), pertumbuhan ekonomi NTB mencapai 2,82 persen dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan yang tumbuh signifikan 66,65 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,89 persen namun dengan laju pertumbuhan ekonomi yang masih tertahan akibat kontraksi di sektor pertambangan dan penggalian, terutama karena larangan ekspor konsentrat kering yang sempat berlaku sebelum izin ekspor diterbitkan kembali pada Oktober 2025.

Di sisi lain, sektor akomodasi dan makanan-minuman tumbuh pesat seiring meningkatnya jumlah wisatawan, dengan kenaikan tamu hotel hingga 28,16 persen (y-on-y).

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi NTB (22,92 persen dari PDRB) juga tumbuh positif, didorong oleh peningkatan produksi padi sebesar 37,15 persen meski masih tertekan karena penurunan produksi jagung hingga 21,35 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga, dan investasi (PMTB) menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara ekspor barang dan jasa masih terkontraksi 56,11 persen akibat berkurangnya ekspor tembaga.

*Ketenagakerjaan: Pekerja Formal dan Pendidikan Meningkat*

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) mencatat jumlah angkatan kerja hingga Agustus 2025 di NTB mencapai 3,20 juta orang, meningkat 12,10 ribu dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 3,11 juta orang di antaranya telah bekerja, dengan peningkatan terbesar pada sektor pendidikan sebanyak 20,14 ribu orang.

Persentase pekerja formal naik menjadi 31,58 persen atau meningkat 2,09 persen poin dibanding Agustus 2024. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) naik tipis menjadi 3,06 persen, seiring meningkatnya jumlah lulusan SMP, SMK, dan perguruan tinggi yang mulai memasuki pasar kerja.

Peningkatan jumlah penduduk bekerja juga didorong oleh operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh kabupaten/kota, yang turut membuka lapangan kerja baru. Sementara penurunan pekerja di sektor pertanian disebabkan oleh pergeseran penggunaan tenaga kerja manusia ke mesin modern seperti combine harvester.

*IPM NTB 2025 Meningkat di Semua Dimensi*

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB tahun 2025 mencatat percepatan pertumbuhan pada seluruh dimensi: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Harapan hidup bayi yang lahir tahun ini mencapai 72,60 tahun, naik 0,35 tahun dibanding 2024.

Dalam dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah meningkat menjadi 13,99 tahun, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah naik signifikan dari 7,87 menjadi 8,21 tahun. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya angka partisipasi sekolah dan akreditasi lembaga pendidikan, di mana 90 persen satuan pendidikan di NTB telah meraih akreditasi A dan B.

Sementara itu, dimensi standar hidup layak juga membaik dengan kenaikan rata-rata pengeluaran riil per kapita sebesar 2,72 persen. Turunnya tingkat kemiskinan menjadi 11,78 persen dan inflasi yang terkendali di angka 2,96 persen turut memperkuat daya beli masyarakat.

*Program Sosial dan Kesehatan Dorong Kualitas Hidup*

Berbagai program sosial dan kesehatan berkontribusi terhadap peningkatan IPM, termasuk program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjangkau 92,26 persen masyarakat di seluruh kabupaten/kota. Selain itu, prevalensi stunting menurun signifikan sebesar 8,05 persen dalam lima tahun terakhir, dari 37,85 persen (2019) menjadi 29,8 persen (2024).

Secara keseluruhan, tren ekonomi, ketenagakerjaan, dan pembangunan manusia menunjukkan arah perbaikan yang solid. Dengan dukungan kebijakan penguatan industri pengolahan, investasi sektor pariwisata, dan peningkatan kualitas SDM, NTB optimistis mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

Related Posts

Pemprov NTB Perkuat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Akan Dievaluasi

Mataram (KabarBerita) – Menjelang dimulainya kembali operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat pada Senin (20/7), Pemerintah Provinsi NTB memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program guna memastikan tata…

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

TGH. Khairi Habibullah salah satu pengasuh di Ponpes Nurul Haramain NWDI Narmada Lombok Barat (foto:Dedy/kabarberita)   Mataram (KabarBerita) — Pemerintah Provinsi NTB bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB dan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Pemprov NTB Perkuat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Akan Dievaluasi

Pemprov NTB Perkuat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Akan Dievaluasi

Gadis Lombok Baiq Rena Sabet None Jakbar 2026, Menginspirasi Lewat Aksi Sosial

Gadis Lombok Baiq Rena Sabet None Jakbar 2026, Menginspirasi Lewat Aksi Sosial

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Baiq Zuhar Parhi Salurkan 3.750 Bibit Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan Warga Mataram ‎

Baiq Zuhar Parhi Salurkan 3.750 Bibit Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan Warga Mataram ‎

Soft Tenis Resmi Debut di Porprov NTB 2026, Tiga Daerah Ambil Bagian

Soft Tenis Resmi Debut di Porprov NTB 2026, Tiga Daerah Ambil Bagian

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes