
MATARAM (KabarBerita)-Ekonomi NTB sempat mengalami minus 0,82 persen (yoy) pada Triwulan II 2025, hal ini akibat pembetasan ekspor tambang. Namun ekonomi NTB bangkit kembali dan tumbuh 2,82 persen di Triwulan III.
Tanpa sektor tambang pertumbuhan ekonomi NTB tumbuh positif. Bahkan mencapai 7,86 persen (yoy) lebih tinggi dari rata-rata nasional. “Dalam jangka panjang kita akan memastikan diverifikasi ekonomi NTB. Sektor pertanian dan pariwisata memiliki potensi besar dalam menopang ekonomi NTB kedepan,”ucap Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/11/2025).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III-2025. Besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan III-2025 mencapai Rp 49,49 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 28,92 triliun.
Ekonomi NTB Triwulan III-2025 terhadap Triwulan II-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 3,91 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 40,71 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,00 persen.
Pertumbuhan ekonomi NTB Triwulan III-2025 terhadap Triwulan III-2024 juga mengalami peningkatan sebesar 2,82 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 66,65 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,89 persen.
Selama Triwulan I-2025 s.d Triwulan III-2025, ekonomi NTB mengalami pertumbuhan sebesar 0,22 persen (c-to-c) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 54,86 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 4,25 persen.
Pertumbuhan ekonomi NTB ini menunjukkan bahwa perekonomian daerah terus mengalami peningkatan, meskipun masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya meningkatkan investasi dan mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. (red).





