Kerja Sama Regional Bali, NTB dan NTT Didorong Jadi Lokomotif Pertumbuhan Indonesia Timur

Mataram, (KabarBerita) – Kolaborasi Bali–NTB–NTT diharapkan menjadi model kerja sama regional yang produktif di Indonesia dengan mendorong kawasan Bali-Nusra sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi, pusat pariwisata internasional dan penggerak kesejahteraan masyarakat di wilayah Indonesia Timur.

“Kerja sama Regional Bali, NTB, dan NTT merupakan strategi nyata untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah sesuai arahan pemerintah pusat”, ungkap Kepala Bappeda, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si, dalam gelar Bincang Kamisan edisi ke-16 yang menghadirkan pembahasan strategis tentang urgensi Kerja Sama Regional Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (KR BNN) dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia bagian timur dan dihadiri pula oleh Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, Mulki, S.STP., M.M sebagai nara sumber di UPTD Pusat Layanan Digital, Kamis, 6/11/2025.

Iswandi menyampaikan bahwa Gubernur Nusa Tenggara Barat, L Muhamad Iqbal menargetkan akselerasi pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen melalui kerja sama lintas wilayah yang konkret dan terukur dan NTB akan menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan pada November mendatang untuk memperkuat rencana kerja konkret KR BNN.

Dijelaskan pula, pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara tiga provinsi yang telah dilakukan sebelumnya di Bali dengan fokus kerja sama pada penyatuan arah pembangunan di koridor Bali–Nusra sebagai kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif bertaraf internasional.
Bali akan berperan sebagai pusat pariwisata budaya, NTB sebagai pusat pariwisata petualangan, dan NTT sebagai pusat pariwisata bahari. Ketiganya diikat oleh penguatan konektivitas darat, laut, dan udara agar mampu mendorong arus barang, jasa dan wisatawan secara efisien.

Iswandi menegaskan pula bahwa KR BNN bukan hanya untuk sektor pariwisata, tetapi juga menjadi instrumen penggerak lintas sektor.
Terdapat sedikitnya 15 komoditas pertanian seperti padi, bawang, sayur, dan buah-buahan serta 14 komoditas kelautan yang akan dikelola dalam kerangka perdagangan antarprovinsi.

“Seluruh OPD harus mampu mentransformasi kepentingan lintas daerah, bukan hanya kepentingan sektoral. Kita ingin melihat neraca perdagangan yang sehat, di mana NTB, Bali, dan NTT saling melengkapi kebutuhan satu sama lain,” tegasnya.

Ia menambahkan, kerjasama ini akan ditandai dengan penandatanganan dokumen resmi oleh tiga gubernur, yang menegaskan prinsip saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang, dengan implementasi mulai tahun 2026 mendatang.

Selain itu, peningkatan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama. Gubernur Iqbal terus mendorong pembangunan SDM yang sehat dan cerdas sebagai fondasi utama dalam menyongsong pariwisata berstandar global dan ekonomi daerah yang berdaya saing.

Pariwisata, lanjutnya, bukan sekadar promosi melainkan pembangunan ekosistem yang lengkap. SDM pariwisata, keamanan, kebersihan, hingga layanan publik harus bergerak bersama menuju standar global.

Sementara itu di forum yang sama, Sekdis Pariwisata Mulki menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk mengembalikan semangat kebersamaan provinsi-provinsi eks “Sunda Kecil” dalam bentuk modern. Ia menjelaskan, Bali yang selama ini menyumbang sekitar 60 persen kunjungan wisatawan nasional diharapkan dapat memberikan multiplier effect positif bagi NTB dan NTT.

“Kita tidak sedang bersaing, tetapi berkolaborasi. Bali, NTB, dan NTT adalah tiga mutiara pariwisata Nusra yang saling menguatkan. Promosi dan event akan kita integrasikan agar wisatawan yang datang ke Bali juga tertarik melanjutkan perjalanan ke NTB dan NTT,” ujarnya.

Mulki menjelaskan ada tiga konsep utama yang akan segera diwujudkan:

*Integrated Promotion Tourism*
melalui pembuatan web portal bersama yang menampilkan konten promosi dan destinasi unggulan ketiga daerah, baik digital maupun konvensional.

*Integrated Event Calender*
penyusunan kalender event bersama yang akan diluncurkan pada Desember mendatang di Ballroom Kementerian Pariwisata RI. NTB juga akan menggelar Lombok-Sumbawa Travel Fair sebagai pendamping Bali Beyond Travel Fair.

*Chance of Destination* berupa fun trip lintas provinsi yang menghubungkan jalur wisata Bali–NTB–NTT dalam satu paket perjalanan terpadu. Selain pariwisata, kolaborasi ini juga menyasar sektor perdagangan antar daerah. Produksi masyarakat NTB—seperti hasil pertanian, perikanan, dan produk ekonomi kreatif—banyak dikonsumsi di Bali. Melalui KR BNN, rantai pasok ini akan diperkuat agar lebih efisien dan saling menguntungkan.(*)

Related Posts

Remaja yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia di Bima

BIMA (KabarBerita)-Tim SAR gabungan berhasil menemukan Ikbal (12 tahun), remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus deras di Sungai Desa Kenanga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal…

Tiga Program Strategis PUPR Diresmikan Sebagai Kado HUT NTB ke 67

Mataram (KabarBerita) – Hari Ulang Tahun (HUT) Nusa Tenggara Barat (NTB) ke-67 yang jatuh pada tanggal 17 Desember tiap tahunnya, tinggal menghitung hari. Beberapa program juga siap diresmikan bertepatan dengan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Dinas Perikanan Kaget Lapak Pasar Ikan Dibongkar untuk Pembangunan KMP

Dinas Perikanan Kaget Lapak Pasar Ikan Dibongkar untuk Pembangunan KMP

Remaja yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia di Bima

Remaja yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia di Bima

Tiga Program Strategis PUPR Diresmikan Sebagai Kado HUT NTB ke 67

Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Keluhkan Harga Racun Hama Padi Melambung Tinggi

Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Keluhkan Harga Racun Hama Padi Melambung Tinggi

Proyek Revitalisasi Sekolah Terlambat, Pemkot Mataram Terancam Tanggung Beban Anggaran

Proyek Revitalisasi Sekolah Terlambat, Pemkot Mataram Terancam Tanggung Beban Anggaran

Polres Loteng Bersama Stakeholder dan Masyarakat Sepakat Tolak Penambangan Emas Ilegal di kawasan Pantai Kuta

Polres Loteng Bersama Stakeholder dan Masyarakat Sepakat Tolak Penambangan Emas Ilegal di kawasan Pantai Kuta