
MATARAM (KabarBerita) – Kelompok Terbang (Kloter) pertama Calon Jamaah Haji (CJH) NTB pada 2026 asal Kabupaten Lombok Timur, telah diberangkatkan ke tanah suci, pada Rabu (22/04/2026) dini hari.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kakanwil Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin mengatakan jika keberangkatan Kloter I sesuai dengan prosedur dan jamaah yang diberangkatkan dalam keadaan sehat meskipun dua orang jamaah dalam Kloter tersebut tertunda keberangkatannya.
“Jadi meskipun ada jamaah yang tertunda, tapi Secara keseluruhan Jamaah haji kloter I dalam kondisi sehat-sehat semua,” ujar Kakanwil Kemehaj NTB.
Lebih lanjut, Amin sapaan akrabnya, menyinggung terkait adanya Dua jamaah yang batal berangkat (tertunda), Ia menginformasikan jika penyebabnya adalah satu orang jamaah patah tulang dan satunya lagi karena anemia (kekurangan hemoglobin).
“Satu masih dalam proses perawatan, sehingga nanti Apabila sampai kloter akhir di perkiraan ada perubahan dalam proses Pengobatannya dapat di proses kembali,” terangnya.
Ia juga mengkonfiramsi jika jamaah yang tertunda keberangakatannya yang disebabkan patah tulang kemungkinannya tidak bisa diberangkatkan tahun ini dan harus menunggu pelaksanaan haji tahun depan.
“Iya tadi sampai asrama haji, kemudian di rujuk, dari pemeriksaan di dalam OSS, Kalau patah tulang Di tunda keberangkatannya, sampai penyembuhannya nanti, kalau ada kesempatan tahun depan nanti di berangkatkan,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan jika Pelayanan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan ibadah haji kali ini, dengan melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang menjadi syarat utama dalam pelaksanaan haji.
“Insya Allah dengan semua fasilitas dan layanan sudah di berikan termasuk juga kartu nusuknya, mereka sudah bersama dengan jaamah dan sudah di aktivasi,” jelasnya.
Dikatakannya juga yang dijadikan Penekanan adalah semua petugas harus memberikan pelayanan secara totalitas dalam penyelenggaran ibadah haji yaitu dengan memperhatikan keselamatan jamaah dan itu yang menjadi keutamaan dalam service.
“Karena yang menjadi tema kita di kementerian haji ini adalah ramah lansia, ramah disabilitas dan ramah perempuan, karena dari jumlah jamaah, perempuan lebih banyak serta yang memiliki kebutuhan khusus,” terangnya.
Amin juga memberikan gambaran terkait pelakasanaan haji tahun ini dengan tahun lalu, dimana saat ini untuk kesiapan administrasi telah diselesaikan terlebih dahulu seperti verifikasi dokumen, visa jamaah yang telah diajukan pada saat bulan puasa kemarin, serta pelaksanaan manasik yang dilakukan sebelum bulan Ramadhan serta penentuan kloter dan petugasnya.
“Jadi dengan semua terselesaikannya tahapan-tahapan itu, menunjukkan bahwa luar biasa perubahan tahun ini, sehingga itu memberikan kelonggaran jamaah untuk dapat memiliki waktu untuk memastikan kesehatan dan menjaga kesehatannya sampai keberangkatan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan jika posisi open sheet akan selalu menjadi perhatian dan akan selalu dihindari, supaya tidak ada kekosongan penumpang dalam setiap pemberangkatan ke tanah suci. Dan selalu disiapkan jamaah yang akan mengganti posisi tersebut. “Iya langsung ada jamaah yang menggantikan untuk mengisi kekosongan,” pungkasnya. (Wira/red).





