
Mataram, (KabarBerita) – Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) NTB sekaligus Presiden Direktur PT Cipta Rezeki Utama, H. Edy Sopyan mengikuti kegiatan Business Matching Indonesia – Taiwan di Taipei pada Rabu (22/4).
Kegiatan ini Business Matching Indonesia – Taiwan di selenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJTI) dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.
“Apjati NTB Bulan April ini akan melakukan Business Matching ke Taiwan saja. Bulan Juni rencana ke Turkey,” kata H. Edy Sofyan saat dihubungi kabarberita, Rabu (22/4).
Menurut H. Edy ada beberapa target yang ingin dicapai dalam pertemuan bisnis tingkat Internasional tersebut. Diantaranya meminimalkan beban biaya bagi PMI dan memangkas birokrasi, mulai dari proses rekrutmen sampai berangkat ke negara tujuan.
“Target yang ingin kami capai di Taiwan yakni meminimalkan biaya/beban PMI. Memangkas birokrasi ,mulai dari proses rekrutmen sampai berangkat. Kemudian meningkatkan proses perlindungan PMI yang sudah di tempatkan. Merekrut PMI sesuai skill yang dibutuhkan oleh Agency atau pemberi kerja di negara penempatan,” pungkasnya.
Disampaikan H. Edy mulai tahun 2027 mendatang Apjati NTB menargetkan pemberangkatan PMI ke Taiwan langsung dari Bandara Internasional Lombok (BIL) tanpa perlu lagi ditampung ataupun mengikuti pelatihan di luar daerah. Hal ini dimaksudkan untuk memangkas biaya, birokrasi, perlindungan dan memberikan kemudahan bagi PMI.
“Mulai 2027 PMI yang ke Taiwan di berangkatkan dari BIL langsung ke Taiwan, idak perlu lagi di tampung, ditraining dan berangkat melalui luar daerah. Jadi kita ingin pangkas biaya, birokrasi serta untuk menjamin perlindungan dan kemudahan bagi PMI,” jelasnya.
Diketahui, Taiwan menjadi salah satu negara tujuan primadona bagi PMI NTB untuk mencari kerja. Tingginya animo PMI NTB untuk bekerja ke Taiwan itu harus dibarengi dengan jaminan perlindungan dan kemudahan birokrasi dan biaya, sehingga PMI bisa bekerja dengan aman dan nyaman. (Red)





