Festival Film Sangkareang Jadi Ruang Tumbuh Sineas Muda NTB

Mataram(KabarBerita) — Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menilai Festival Film Sangkareang (FFS) kian menjadi ruang strategis bagi tumbuhnya sineas muda di Lombok dan Nusa Tenggara Barat. Festival ini tak hanya menjadi ajang lomba, tetapi wadah belajar, berekspresi, dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif perfilman daerah.

‎Hal itu disampaikan Mohan saat menghadiri malam puncak FFS 2025, Minggu malam (14/12). Ia mengapresiasi inisiatif Dinas Pariwisata Kota Mataram yang menghadirkan ruang terbuka bagi generasi muda menampilkan karya dan talenta mereka di bidang film.

‎Menurutnya, kemajuan teknologi membuat produksi film semakin inklusif dan terjangkau. Tantangannya kini terletak pada kreativitas, gagasan, konsistensi, serta kemampuan menghadirkan emosi kepada penonton. “Film bukan hanya soal karya seni, tapi juga membangun komunitas dan industri kreatif yang saling terhubung,” ujarnya.

‎Pemkot Mataram, lanjut Mohan, berkomitmen mendukung keberlanjutan FFS dan mendorong penyelenggaraan yang lebih matang pada 2026, dengan tetap mengangkat cerita lokal serta nilai sosial dan edukasi lingkungan.

‎FFS 2025 mencatat 51 film karya sineas muda dari berbagai daerah di NTB. Setelah melalui proses kurasi, 10 nominasi terbaik tampil pada malam puncak, masing-masing lima kategori pelajar dan lima kategori umum.

‎Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menyebut FFS sebagai bagian strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis talenta lokal. Ia menilai kehadiran kategori baru seperti wedding videography dan video perpisahan sekolah menunjukkan ekosistem audiovisual NTB yang semakin inklusif.

‎Sementara itu, Direktur FFS 2025 Budi Daryono menegaskan festival ini dirancang sebagai perayaan sinema. Antusiasme peserta, termasuk dari pelajar Lombok dan Sumbawa, dinilainya sebagai tanda kuat regenerasi sineas lokal.

‎Pada malam puncak, panitia menetapkan Jenggala sebagai Film Pendek Umum Terbaik, Kukira Teduh sebagai Film Terbaik Kategori Pelajar, Diary sebagai Film Favorit Pilihan Penonton, Athaya dan Lana Videografer (Golden Studio) sebagai Wedding Videografi Terbaik, serta Navaria sebagai Video Perpisahan Sekolah Terbaik.

  • Related Posts

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota

    Mataram(KabarBerita) – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Azhari Gufron, melontarkan kritik tajam kepada Pemerintah Kota Mataram, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang dinilai terkesan…

    Zia Urrahman Apresiasi Penurunan Stunting di Mataram, Usulkan Mobil Pelayanan untuk Dinas Kesehatan

    Mataram(KabarBerita) – Kinerja Dinas Kesehatan Kota Mataram dalam menurunkan angka stunting mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Keberhasilan menekan prevalensi stunting hingga 5,53 persen dari sebelumnya 7,78 persen dinilai sebagai capaian…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota

    Zia Urrahman Apresiasi Penurunan Stunting di Mataram, Usulkan Mobil Pelayanan untuk Dinas Kesehatan

    Zia Urrahman Apresiasi Penurunan Stunting di Mataram, Usulkan Mobil Pelayanan untuk Dinas Kesehatan

    Wali Kota Mohan Ingatkan Petugas Haji ASN Jangan Lalai Jalankan Amanah

    Wali Kota Mohan Ingatkan Petugas Haji ASN Jangan Lalai Jalankan Amanah

    Inovasi Daerah, Merubah Emisi Jadi Karbon Bernilai Ekonomi

    Inovasi Daerah, Merubah Emisi Jadi Karbon Bernilai Ekonomi

    Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, Tapi juga Kompetensi

    Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, Tapi juga Kompetensi

    Pansus DPRD Mataram Dorong Digitalisasi PAD dan Penguatan Ekonomi Produktif

    Pansus DPRD Mataram Dorong Digitalisasi PAD dan Penguatan Ekonomi Produktif