FGD Kultur Jaringan Kurma: Pengembangan Bibit Unggul Kurma Lokal Kumari dan Kacang Sacha Inchi KLU

Lombok Barat, (KabarBerita) — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Kultur Jaringan Kurma (Formulasi Media Kultur Jaringan dan Aklimatisasi untuk Pengembangan Bibit Kurma Lokal Kumari dan Kacang Sacha Inchi KLU)” sebagai upaya memperkuat pengembangan komoditas unggulan berbasis riset dan inovasi.

FGD ini melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi, serta pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini bertujuan merumuskan langkah strategis pengembangan bibit unggul yang adaptif terhadap karakteristik lahan kering Lombok Utara.

Kepala BRIDA NTB menegaskan bahwa pemerintah perlu hadir sejak tahap awal pengembangan bibit agar petani tidak terbebani biaya dan risiko produksi. Pemerintah diharapkan menyediakan bibit hingga petani mampu mandiri dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan rencana BRIDA pada tahun depan untuk membangun laboratorium mini kultur jaringan dengan dukungan BRIN, sebagai pusat inovasi bibit unggul di daerah. Selain itu, dibuka peluang kerja sama internasional, termasuk komunikasi dengan pihak Khalifah di Abu Dhabi, guna memperluas jejaring pengembangan kurma.

Narasumber utama, Prof. Ahmad Suryadi, memaparkan bahwa penelitian yang dilakukan berfokus pada formulasi media kultur jaringan dan proses aklimatisasi untuk menghasilkan bibit kurma lokal kumari dan kacang sacha inchi yang berkualitas dan sesuai dengan kondisi lahan kering KLU.
Menurutnya, pengembangan bibit lokal sangat penting mengingat harga bibit kurma di pasaran masih relatif tinggi, yakni sekitar Rp1,4 juta untuk bibit berdaun dua dan mencapai Rp2 juta untuk bibit pecah daun. Selain bernilai ekonomi, tanaman kurma juga memiliki manfaat ekologis karena mampu meningkatkan penghijauan dan menyerap karbon dioksida.

Perwakilan BRIN menyampaikan bahwa pengembangan kultur jaringan harus diawali dengan proses pelepasan varietas agar memiliki legalitas dan standar mutu. Pengembangan selanjutnya perlu dilakukan di beberapa titik untuk mendukung komersialisasi.

Perwakilan Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) menilai kurma memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena mampu tumbuh di berbagai kondisi iklim mikro di Lombok Utara. Sementara itu, Bappeda KLU menyatakan bahwa program ini berpotensi mendukung 10 kegiatan strategis daerah, khususnya pengentasan kemiskinan, meskipun masih diperlukan penguatan strategi pemasaran dan jaminan kualitas produk.

Dukungan pendidikan disampaikan oleh SMKPP yang telah memiliki laboratorium kultur jaringan dan siap dilibatkan dalam pengembangan lanjutan guna meningkatkan minat siswa terhadap pertanian modern. LPPM Universitas Udayana (Unud) menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor telah terbentuk hingga tingkat akar rumput dan pengembangan bibit kurma dinilai sesuai dengan karakteristik lahan kering KLU.

Melalui FGD ini, diharapkan pengembangan kultur jaringan kurma dapat mendorong kemandirian bibit unggul, meningkatkan kesejahteraan petani, memperbaiki kualitas lingkungan, serta memperkuat posisi Lombok Utara sebagai daerah inovatif dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. (*)

Related Posts

Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028

Mataram (KabarBerita) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB Tahun 2026 di Lapangan Bumi Gora, Mataram, Kamis (16/7/2026).…

Wamendagri Bima Arya sebut Gubernur NTB sukses Bangun Ekosistem Pariwisata 

Lombok Barat (KabarBerita)  – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memuji kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal yang menurutnya berhasil membangun ekosistem pariwisata yang membuat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028

Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028

Wamendagri Bima Arya sebut Gubernur NTB sukses Bangun Ekosistem Pariwisata 

Wamendagri Bima Arya sebut Gubernur NTB sukses Bangun Ekosistem Pariwisata 

Gubernur Iqbal tegaskan Raker APPSI tidak hanya forum koordinasi tapi kolaborasi solutif Pemerintah Provinsi

Gubernur Iqbal tegaskan Raker APPSI tidak hanya forum koordinasi tapi kolaborasi solutif Pemerintah Provinsi

Sayembara Riset 2026, Brida NTB Perkuat Kolaborasi Inovasi Berdampak Bagi Masyarakat

Sayembara Riset 2026, Brida NTB Perkuat Kolaborasi Inovasi Berdampak Bagi Masyarakat

Fraksi PPP DPRD Kota Mataram Dukung Pembentukan Satker Reserse PPA/PPO Polresta Mataram

Fraksi PPP DPRD Kota Mataram Dukung Pembentukan Satker Reserse PPA/PPO Polresta Mataram

DPRD Kota Mataram Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025, Perkuat Sinergi dengan Pemkot untuk Tata Kelola yang Lebih Baik

DPRD Kota Mataram Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025, Perkuat Sinergi dengan Pemkot untuk Tata Kelola yang Lebih Baik