Gubernur NTB: Rinjani Travel Mart Ajang Perkuat Pariwisata Berkelanjutan

Mataram, (KabarBerita) – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Rinjani Travel Mart (RTM) 2025.

Pernyataan itu disampaikannya saat menerima audiensi 11 perwakilan panitia Rinjani Travel Mart di Kantor Gubernur NTB, Jum’at (12/9/2025).

Ia menegaskan kegiatan RTM ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat pariwisata berkelanjutan sekaligus mengatasi sejumlah tantangan utama di sektor pariwisata NTB.

“Rinjani Travel Mart bukan hanya ajang bisnis tapi juga ruang untuk memperkenalkan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Mudah-mudahan penyegaran konsep tahun ini bisa segera selesai sehingga tahun depan acara ini berjalan lebih baik,” ujar Miq Iqbal sapaan akrab Gubernur NTB.

RTM sendiri akan digelar pada 10-12 Oktober 2025 berlokasi di Hotel Montana, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan ini akan menghadirkan seller dari hotel, desa wisata, dan operator tour.
Peserta juga berkesempatan mengikuti tur gratis ke sejumlah destinasi sekitar Mandalika termasuk kunjungan ke Desa Merese.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur NTB menyoroti tiga isu utama yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, masalah pengelolaan lingkungan, khususnya sampah di kawasan strategis seperti Mandalika. Menurutnya, citra destinasi internasional harus didukung oleh sistem kebersihan yang profesional.

“Pariwisata tidak boleh tumpang tindih dengan urusan kebersihan. Kita menghadapi tantangan sistem pengelolaan sampah yang belum standar. Ada waste tapi belum ada manajemennya,” tegasnya.

Selanjutnya, tantangan kedua, lanjut Miq Iqbal yakni, terkait daya saing ekonomi lokal, termasuk tingginya harga hotel di kawasan Mandalika yang mencapai Rp 3 juta/malam dan persaingan dengan platform penjualan daring. Untuk itu, ia menekankan pentingnya proteksi terhadap pelaku usaha lokal di tengah gempuran digitalisasi.

“Sejarah pariwisata berubah. Tidak hanya empowerment tapi juga proteksi, termasuk tantangan digitalisasi seperti penjualan online lewat Traveloka,” terangnya.

Ketiga, kata Miq Iqbal, perlunya mendorong penguatan UMKM serta desa wisata lokal. Menurutnya dengan kegiatan seperti pameran, tour gratis ke Desa Merese, serta tiga workshop, termasuk forum kolaborasi internasional di Kuala Lumpur.

“Harapannya bisa menjadi momentum untuk memperluas peluang bagi produk lokal kita agar lebih kompetitif,” tandas Miq Iqbal. (*)

Related Posts

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

Lampiran : Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2025 tertanggal 30 Desember 2025 #23

GPAN NTB Dorong Kapolda Tindak Tegas Pelaku Peredaran Narkoba Hingga Akar Rumput

Mataram, (KabarBerita) – Gerakan Peduli Anti Narkotika (GPAN) Nusa Tenggara Barat (NTB), mengecam keras aksi pelanggaran hukum yang dilakukan oknum anggota kepolisian, yang bertugas di Polisi Resort (Polres) Bima Kota,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

GPAN NTB Dorong Kapolda Tindak Tegas Pelaku Peredaran Narkoba Hingga Akar Rumput

GPAN NTB Dorong Kapolda Tindak Tegas Pelaku Peredaran Narkoba Hingga Akar Rumput

Pemprov NTB Bergerak Cepat Tangani Jalan Rusak Praya–Keruak, LWJ Apresiasi Respons Pemerintah

Pemprov NTB Bergerak Cepat Tangani Jalan Rusak Praya–Keruak, LWJ Apresiasi Respons Pemerintah

Delapan Poin Isi Deklarasi Pers Merdeka pada HPN 2026

Delapan Poin Isi Deklarasi Pers Merdeka pada HPN 2026

Kerugian Kebakaran Puskesmas Babakan Ditaksir Rp450 Juta, Pelayanan Tetap Normal

Kerugian Kebakaran Puskesmas Babakan Ditaksir Rp450 Juta, Pelayanan Tetap Normal

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026