Herman Sindir Kadis Kesehatan: Jangan Alergi Kritik, Coba Turun Langsung ke Lapangan ‎

Mataram(KabarBerita) – Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Herman, menanggapi pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, Emirald, yang menyayangkan sikap sebagian anggota dewan karena dinilai terlalu cepat menanggapi laporan masyarakat tanpa klarifikasi ke pihak puskesmas.

‎Menurut Herman, sikap cepat tanggap terhadap keluhan masyarakat justru merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab wakil rakyat. Ia menilai, kritik yang muncul seharusnya dipandang sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan publik, bukan dijadikan alasan untuk membungkam suara masyarakat.

‎“Kalau masyarakat mengadu dan dewan menyampaikan, itu bentuk kepedulian. Jangan alergi dengan kritik. Justru dari situ kita bisa tahu apa yang perlu dibenahi,” ujar Herman, Sabtu (8/11).

‎Ia menegaskan, banyak laporan warga yang disampaikan ke DPRD berkaitan dengan pelayanan puskesmas di beberapa wilayah. Karena itu, sudah menjadi kewajiban DPRD untuk menindaklanjuti setiap keluhan yang masuk.

‎“Kami bukan mencari kesalahan, tapi ingin memastikan pelayanan publik berjalan sesuai harapan warga. Kalau semuanya sudah baik, tentu tidak akan ada yang mengadu,” tegasnya.

‎Herman juga balik meminta Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram agar tidak serta-merta mempercayai laporan dari bawahannya tanpa melakukan pengecekan langsung di lapangan.

‎“Kadikes juga harus membangun komunikasi dua arah. Jangan terlalu mudah menelan laporan bawahan.saya khawatir laporannya ABS (asal bapak senang). Coba kroscek dulu ke lapangan. Saya siap mengantarkan beliau menemui warga yang mengeluh agar persoalannya bisa diklarifikasi langsung,” ujarnya dengan nada tajam.

‎Menurut Herman, pernyataan yang menilai dewan terlalu cepat menanggapi laporan masyarakat justru menunjukkan lemahnya sensitivitas terhadap pelayanan publik.

‎“Kalau semua harus menunggu klarifikasi dulu baru bicara, nanti yang disampaikan ke publik hanya yang enak-enaknya saja. Fungsi pengawasan jadi tumpul,” katanya.

‎Ia berharap Dinas Kesehatan tidak defensif dan mau membuka ruang dialog yang sehat dengan semua pihak, termasuk masyarakat dan DPRD.

‎“Kita sama-sama ingin yang terbaik untuk masyarakat. Tapi jangan lupa, pelayanan kesehatan itu urusan kemanusiaan, bukan sekadar jam kerja dan administrasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, membantah laporan terkait adanya pasien yang gagal mendapat pelayanan di puskesmas meski telah memiliki nomor antrean. Ia menyebut informasi tersebut keliru dan meminta anggota DPRD melakukan klarifikasi langsung kepihak Puskesmas maupun Dinas Kesehatan sebelum menyampaikan kritik ke media.

  • Related Posts

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    Mataram(KabarBerita) – Upaya penertiban reklame bodong di Kota Mataram belum bisa bergerak dalam waktu dekat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengungkapkan, penundaan tersebut berkaitan dengan kesibukan…

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis

    Mataram(KabarBerita) – Cadangan pangan berupa beras yang disiapkan untuk penanganan kebencanaan di Kota Mataram kini telah habis. Kondisi ini terjadi di tengah merosot tajamnya alokasi anggaran cadangan pangan daerah pada…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Direksi Baru PT GNE, Dewan NTB Dorong Ekspansi Bisnis, MBG dan Kopdes Potensial Dijajaki

    Direksi Baru PT GNE, Dewan NTB Dorong Ekspansi Bisnis, MBG dan Kopdes Potensial Dijajaki

    Direksi Baru PT. GNE Resmi Ditetapkan, Kerja Agresif Jadi Fokus Utama

    Direksi Baru PT. GNE Resmi Ditetapkan, Kerja Agresif Jadi Fokus Utama

    Kemenko PM Mendorong Transformasi Industri Bambu Selaawi sebagai Penggerak Ekonomi Perdesaan

    Kemenko PM Mendorong Transformasi Industri Bambu Selaawi sebagai Penggerak Ekonomi Perdesaan

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    BRIDA NTB Bersama PLN dan BRIN Akselerasi Pengembangan Riset PLTAL Selat Alas

    BRIDA NTB Bersama PLN dan BRIN Akselerasi Pengembangan Riset PLTAL Selat Alas

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis