
Mataram(KabarBerita) – Hingga awal November 2025, realisasi pendapatan daerah Kota Mataram tercatat Rp1,002 triliun dari target Rp1,89 triliun dalam APBD 2025. Artinya, baru sekitar 53 persen pendapatan yang berhasil dikumpulkan pemerintah kota hingga saat ini.
Data dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per tanggal 8 November 2025 mencatat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi penyumbang terbesar setelah dana transfer, dengan target Rp608,83 miliar dan realisasi Rp341,93 miliar atau sekitar 56 persen.
Rinciannya, pajak daerah sudah mencapai Rp170,22 miliar dari target Rp291,09 miliar, sedangkan retribusi daerah mencatat Rp159 miliar dari target Rp300,13 miliar.
Namun untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, belum ada realisasi dari target Rp10,75 miliar.
Menariknya, komponen lain-lain PAD yang sah justru melampaui target, dengan realisasi Rp12,72 miliar dari target Rp6,86 miliar.
Dari sisi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), realisasi juga baru menyentuh Rp632,79 miliar dari total target Rp1,187 triliun, atau sekitar 53 persen.
Capaian ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Mataram untuk memaksimalkan potensi pendapatan dan mempercepat penyerapan dana menjelang akhir tahun anggaran. Jika tidak, target pendapatan dalam APBD 2025 berpotensi tidak tercapai secara penuh.





