
Mataram(KabarBerita) – Kebijakan wajib bersepeda ke kantor bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Mataram mulai direspons dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memanfaatkan jasa sewa sepeda listrik berbasis aplikasi yang kini ramai digunakan sebagai alternatif transportasi harian. Pilihan ini dinilai praktis dan membantu pejabat tetap mematuhi kebijakan gowes tanpa harus membeli sepeda pribadi.
Layanan sepeda listrik berbasis aplikasi tersebut dinilai lebih efisien, baik dari sisi tenaga maupun biaya operasional. Sistem tarif yang hanya dikenakan saat sepeda digunakan membuat pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pembelian maupun perawatan sepeda.
Sejumlah pejabat mengaku layanan ini menjadi solusi yang memudahkan, terutama bagi mereka yang belum memiliki sepeda. Selain itu, kemudahan akses melalui aplikasi serta tarif yang relatif terjangkau membuat sepeda listrik sewaan cepat diminati di kalangan pejabat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, Irwan Rahadi, mengaku memanfaatkan layanan sewa sepeda listrik karena menjadi solusi bagi pejabat yang tidak memiliki sepeda. Menurutnya, layanan tersebut cukup fleksibel karena dapat digunakan hanya saat diperlukan.
“Kebetulan saya tidak punya sepeda, ini solusi bagi yang belum punya atau belum bisa beli. Kita menggunakannya hanya pada saat aktivitas kerja dan bisa juga dibawa ke rumah, itu kelebihannya. Di samping itu harga sewanya juga terjangkau dan tarif hanya berlaku saat sepeda listrik ini digunakan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, dengan top up sekitar Rp13 ribu, sepeda listrik dapat digunakan selama dua hingga tiga jam dan masih menyisakan saldo. Dibandingkan harus membeli sepeda dengan harga berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta, menurutnya layanan sewa menjadi alternatif yang lebih realistis bagi sebagian pejabat.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakir Walad. Meski memiliki sepeda kayuh, ia mengaku lebih memilih menggunakan sepeda listrik sewaan karena dinilai lebih hemat tenaga untuk aktivitas rutin menuju kantor.
“Sepeda ada, cuma jauh lebih irit tenaga. Namanya kita beraktivitas ke kantor, kecuali untuk olahraga baru kita pakai sepeda kayuh,” katanya.
Ramainya penggunaan sepeda listrik sewaan di kalangan pejabat menunjukkan adanya penyesuaian cepat terhadap kebijakan gowes yang mulai diberlakukan di lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Selain menjadi solusi praktis bagi pejabat yang belum memiliki sepeda, langkah ini juga dinilai mampu menekan biaya transportasi harian sekaligus mendukung kebutuhan efisiensi.







