
LOMBOK TENGAH (KabarBerita) – Ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) Fadli Zon bersama Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono melakukan tanam raya varietas padi unggul Gamagora 7 di Dusun Batu Belek, Desa Pengembur, Pujut, Lombok Tengah, Senin ( 6/1/).
Tanam raya ini diikuti Pj Gubernur NTB Hasanudin, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Wakil Gubernur NTB Terpilih Indah Damayanti Putri dan sejumlah pengurus DPD HKTI NTB serta pejabat Kementan RI.
Selain itu, tampak hadir Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wiraraja, Ketua DPRD Lombok Tengah Lalu Ramdan, Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, Dandim Lombok Tengah Letkol Kav. Andi Yusuf, dan pejabat lainnya.
Kedatangan Fadli Zon yang juga Menteri Kebudayaan RI bersama Sudaryono disambut tarian Gendang Beleq dan peresean.

Selanjutnya melakukan penanaman di sebuah petak sawah bersama puluhan petani Desa Pengembur.
Selanjutnya Fadli Zon dan Sudaryono berdialog langsung dengan para petani untuk mendengarkan aspirasi.
Sudaryono mengatakan, swasembada pangan adalah cita-cita Presiden Prabowo Subianto, yang juga pernah menjabat Ketua HKTI selama 10 tahun.
Sudaryono menyebutkan, guna meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memastikan harga pokok penjualan (HPP) Gabah Padi naik dari Rp. 6.000 menjadi Rp 6.500.
Sementara HPP jagung dari Rp 5.000 menjadi Rp 5.500. Perintah Presiden memutuskan tadi, gabah dan jagung berapa pun produk petani akan dibeli dengan harga HPP, kata Sudaryono.
Sementara itu, Ketum DPN HKTI Fadli Zon mengapresiasi penetapan HPP gabah kering dan jagung yang sudah ditetapkan pemerintah. Menurutnya kenaikkan HPP itu merupakan perjuangan DPN HKTI bertahun-tahun dan baru bisa direalisasikan.
“Dan kita mengapresiasi Pak Wamen, Pak Sudaryono harga gabah kering giling sudah bertambah menjadi 6.500 ini adalah juga perjuangan dari DPN HKTI bertahun-tahun. Kami selalu berjuang untuk menaikkan harga gabah giling karena di situlah petani mendapatkan margin. Kita melakukan kajian petani ini harusnya mendapat margin keuntungan 30%,” tutupnya.
Dalam kesempatan ini Fadli Zon juga menyampaikan kepada pemerintah saat ini telah memastikan tidak akan melakukan impor terhadap komoditas beras, jagung, gula, dan garam untuk tahun 2025.






