KMP Tanjung Karang Fokus Bantu Nelayan, Siap Putus Mata Rantai Rentenir

Mataram(KabarBerita) – Setelah diresmikan secara nasional, Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh kelurahan di Kota Mataram mulai memperkuat keanggotaan dan menggali potensi ekonomi wilayah masing-masing. Salah satunya adalah KMP Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, yang memprioritaskan pemberdayaan nelayan lokal.

Ketua KMP Tanjung Karang, Thamrin, mengatakan koperasi yang dipimpinnya kini tengah gencar merekrut anggota. Saat ini, sudah ada 70 anggota yang mayoritas merupakan nelayan. Langkah ini juga disiapkan menyambut alokasi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp3 miliar. “Kami selektif dalam menjaring anggota agar dana yang tersedia dapat digunakan secara tepat sasaran,” ujarnya, Rabu (30/7).

Thamrin menyebutkan, koperasi memiliki rencana strategis membangun stokis sebagai pusat distribusi produk kebutuhan nelayan dan pelaku usaha lainnya. Salah satu tujuan utama KMP adalah membantu nelayan keluar dari jeratan rentenir yang selama ini memberikan pinjaman berbunga tinggi. “Banyak nelayan terbebani karena harus mencicil perahu atau mesin dengan bunga yang mencekik. Koperasi hadir sebagai solusi,” tegasnya.

Selain kebutuhan nelayan, KMP juga menyiapkan produk-produk untuk petani dan pelaku pariwisata. Di sektor wisata, stokis akan menyediakan bahan makanan untuk warung di sekitar Pantai Tanjung Karang, serta perlengkapan wisata seperti ayunan, perahu bebek, dan pelampung karet yang banyak dibutuhkan wisatawan di Loang Baloq.

Sementara untuk kebutuhan melaut, KMP akan menyediakan alat pancing, jaring, mesin sampan, dan perlengkapan lainnya. “Perencanaannya sudah matang, tinggal kita eksekusi satu per satu,” katanya optimis.

Thamrin memastikan, keberadaan koperasi ini tidak akan menyingkirkan usaha yang telah ada sebelumnya. Sebaliknya, KMP justru siap berkolaborasi dengan para pelaku usaha lokal. “Kami hadir untuk mendukung, bukan menyaingi. Jika ada distributor ikan atau penyedia bahan makanan untuk warung, kami ajak mereka bekerja sama dengan koperasi,” jelasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Herman, turut menyampaikan dukungan atas keberadaan KMP di semua kelurahan. Ia menyebut, seluruh 50 KMP di Mataram sudah memiliki badan hukum, dan siap mengelola dana bantuan Rp3 miliar dari pemerintah pusat. “Program ini sangat potensial untuk memperkuat usaha warga melalui skema simpan pinjam yang lebih sehat dan distribusi produk lokal melalui koperasi,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Hingga Magrib, KPK Masih Geledah Kantor PT AMGM

    MATARAM (KabarBerita)– Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga Jumat (24/7) sore masih melakukan penggeledahan di Kantor PT Air Minum Giri Menang (AMGM), Jalan Pendidikan, Kota Mataram. ‎ ‎Pantauan KabarBerita,…

    DPRD Mataram Desak Pemegang Saham Segera Tunjuk Dirut Definitif PT AMGM

    ‎Mataram(KabarBerita)– Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Baiq Mirdiati, mendesak para pemegang saham PT Air Minum Giri Menang (AMGM) segera menunjuk direktur utama definitif untuk menggantikan Sudirman yang kini tersandung kasus…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Cabor Hoki Porprov NTB Resmi Berakhir, Mataram Juara Umum ‎

    Cabor Hoki Porprov NTB Resmi Berakhir, Mataram Juara Umum ‎

    Geledah Kantor PT AMGM, Tim KPK Bawa Satu Kardus Besar dan Koper

    Geledah Kantor PT AMGM, Tim KPK Bawa Satu Kardus Besar dan Koper

    PAN Siap Kawal Program Kerja Pemda Lobar Dibawah Pimpinan Ummi Nurul Adha

    PAN Siap Kawal Program Kerja Pemda Lobar Dibawah Pimpinan Ummi Nurul Adha

    Hingga Magrib, KPK Masih Geledah Kantor PT AMGM

    Hingga Magrib, KPK Masih Geledah Kantor PT AMGM

    NTB Percepat Revisi Tata Ruang, Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi

    NTB Percepat Revisi Tata Ruang, Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi

    BRIDA NTB Dorong Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi Berdampak bagi Pembangunan Daerah

    BRIDA NTB Dorong Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi Berdampak bagi Pembangunan Daerah