Kolaborasi Pemprov NTB dan UNRAM Dalam Pembangunan Daerah

Mataram, (KabarBerita) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menerima kunjungan Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, bersama para Guru Besar Unram, Selasa (17/2).

Pertemuan eksekutif dan akademisi ini menjadi penting dalam menyamakan persepsi bahwa pembangunan membutuhkan ilmu yang bekerja.

Gubernur Iqbal menyederhanakan kebutuhan pembangunan NTB dalam dua kata: orkestrasi dan kolaborasi.

Orkestrasi adalah kepemimpinan, bagaimana arah pembangunan ditata, prioritas ditentukan, dan sumber daya diselaraskan. Tanpa orkestrasi, program hanya akan menjadi potongan-potongan yang berjalan sendiri.

“Namun orkestrasi saja tidak cukup. Ia membutuhkan kolaborasi dan di sinilah perguruan tinggi menemukan perannya,” ujar gubernur Lalu Iqbal.

Universitas Mataram tidak datang sebagai pelengkap, tetapi sebagai pengisi ruang yang selama ini belum optimal: menghadirkan pendekatan ilmiah dalam setiap intervensi pembangunan.

Melalui Profesor Berdampak dan KKN Berdampak, kampus tidak lagi berada di pinggir kebijakan. Namun masuk ke dalamnya, bekerja bersama, dan menjadi bagian dari solusi.

Selama ini, banyak program pemberdayaan desa berjalan tanpa basis yang cukup kuat. Pendampingan dilakukan, tetapi tidak selalu berbasis data. Intervensi dilakukan, tetapi tidak selalu sesuai potensi lokal.

Para Guru Besar tidak hanya hadir, tetapi bekerja sesuai disiplin keilmuannya. Dalam sektor peternakan, misalnya, ditawarkan pengembangan sistem pakan berbasis bahan lokal untuk menekan biaya dan meningkatkan produktivitas.

Kemudian dalam penguatan UMKM, pendampingan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi masuk hingga proses produksi, standarisasi, hingga strategi pemasaran.

Mahasiswa melalui KKN tematik menjadi perpanjangan tangan dari kerja ilmiah ini, menghubungkan konsep dengan praktik, sekaligus memastikan keberlanjutan di lapangan.

Lebih jauh, kolaborasi ini membuka ruang pemanfaatan mesin-mesin produksi milik Pemerintah Provinsi melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Selama ini, sebagian fasilitas tersebut belum termanfaatkan optimal. Dengan keterlibatan kampus, mesin tidak lagi menjadi aset pasif, tetapi menjadi alat produksi yang hidup dan memberi nilai tambah ekonomi.

Pemerintah Provinsi NTB mendapatkan fondasi baru melalui kolaborasi ini.
Gubernur Iqbal menekankan pentingnya pemetaan berbasis skala prioritas. Setiap desa memiliki karakter dan potensi yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan tidak bisa seragam.

Peran akademisi menjadi krusial dalam membaca data, mengidentifikasi potensi, dan merancang intervensi yang tepat. Dengan pendekatan ini, pemberdayaan tidak lagi bersifat umum, tetapi presisi dalam menyasar kebutuhan nyata masyarakat.

Dalam konteks pengentasan kemiskinan ekstrem, pendekatan ini menjadi sangat penting. Bantuan tidak cukup diberikan, tetapi harus diubah menjadi kemampuan. Program tidak cukup berjalan, tetapi harus menghasilkan perubahan.

Apa yang dibangun antara Pemprov NTB dan Universitas Mataram bukan sekedar kerja sama, tetapi sebuah sistem.

Pemerintah provinsi berperan sebagai orkestrator menyusun arah, membuka akses, dan memastikan keberlanjutan kebijakan. Perguruan tinggi menghadirkan basis keilmuan, riset, pendampingan, dan inovasi.

Sementara desa menjadi ruang implementasi, tempat di mana kebijakan diuji dan manfaat dirasakan.

Model ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Pendidikan Tinggi, yang menegaskan pentingnya kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pembangunan.

Dengan demikian, Profesor Berdampak bukan sekedar program, tetapi bentuk konkret dari sistem pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

Komitmen Gubernur NTB untuk memberikan penghargaan kepada akademisi yang terlibat bukan sekadar simbolik. Ia adalah bentuk pengakuan bahwa kerja keilmuan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Namun lebih dari itu, kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengabdian bukan hanya kewajiban, tetapi panggilan. Bahwa ilmu menemukan maknanya ketika ia memberi manfaat.

Pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang seberapa banyak program dijalankan, tetapi seberapa dalam ia menyentuh kehidupan masyarakat.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram melalui Profesor Berdampak menunjukkan satu hal penting: bahwa ketika ilmu pengetahuan dihadirkan secara nyata, maka pembangunan tidak lagi berjalan dalam gelap.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi NTB, kerja sama ini bukan sekadar pilihan. Ia adalah kebutuhan.

Sebab hanya dengan kolaborasi yang kuat dan ilmu yang bekerja, kesejahteraan tidak lagi menjadi cita-cita yang jauh, tetapi menjadi proses yang sedang kita bangun hari ini, dari desa, untuk masa depan NTB. (*)

Related Posts

Gugatan Prof Hamsu Kandas, PTUN Nyatakan Keputusan Rektor Unram

Mataram, (KabarBerita) – Universitas Mataram (Unram) memenangkan gugatan tata usaha negara yang diajukan Prof Hamsu Kadryan terhadap Rektor Unram. Putusan tersebut dipublikasikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram pada…

Hadirkan “Masjid Ramah Pemudik” UIN Mataram Tegaskan Peran Humanis Kepada Pemudik

Mataram, (KabarBerita) — Menyambut arus mudik Lebaran 1447 H/2026 M, Universitas Islam Negeri Mataram menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan sosial…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Mohan Beri Sinyal Pertahankan PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Mohan Beri Sinyal Pertahankan PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Libatkan Penulis, Pemain Sandiwara dan Penyiar Radio Ternama di NTB dalam Program Presean Lombok

Libatkan Penulis, Pemain Sandiwara dan Penyiar Radio Ternama di NTB dalam Program Presean Lombok

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

Pemprov NTB Matangkan Draf Regulasi Tarif Retribusi Izin Tambang

Pemprov NTB Matangkan Draf Regulasi Tarif Retribusi Izin Tambang

Empat Event di NTB Masuk KEN 2026, Satu Diantaranya Maulid Bayan

Empat Event di NTB Masuk KEN 2026, Satu Diantaranya Maulid Bayan

Resmi Gunakan Mobil Listrik, BBM Randis Konvensional Tak Lagi Dianggarkan

Resmi Gunakan Mobil Listrik, BBM Randis Konvensional Tak Lagi Dianggarkan