
Mataram, (KabarBerita) – Anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Lombok Timur Selatan, Roy Lesmana turut memberikan komentarnya atas viralnya vidio bupati Lombok Timur, Haerul Warisin yang mengusir surfing guide atau boatman asal Lombok Tengah yang sedang membawa tamu wisatawan luar untuk surfing di Teluk Ekas.
Roy Lesmana mengatakan dari inseden itu pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur seharus bisa belajar mengapa wisatawan lebih memilih berwisata ke Ekas melalui Lombok Tengah.
Menurutnya selain karena rute yang lebih dekat juga disebabkan faktor infrastruktur dan fasilitas seperti hotel dan penginapan yang perlu dibenahi.
“Setidaknya dari situ kita belajar mungkin ada yang perlu kita benahi disana, baik itu infrastruktur ataupun fasilitas seperti hotel atau villa,” kata anggota Komisi IV DPRD NTB ini, Kamis (19/6).
Lebih lanjut, politisi muda PKB ini mengatakan fasilitas dan infrastruktur di Ekas perlu ditingkatkan untuk menarik minat wisatawan yang bisa memberikan kenyamanan saat berwisata di Ekas.
“Kalau kita lihat fasilitas yang ada disana saat ini tidak memadai masih dibawah standar mungkin itu perlu ditingkatkan. Karena kan tamu-tamu dari luar negeri ini hobynya tinggi orang juga kan membutuhkan kenyamanan juga. Artinya mereka perlu kenyaman saat berwisata disana,” pungkasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya yang perlu dilakukan oleh bupati Lombok Timur, Haerul Warisin saat ini yakni membenahi dan memperbaiki infrastruktur dan fasilitas seperti hotel dan penginapan yang menarik untuk wisatawan.
Dan untuk melakukan pembenahan itu, bupati menurutnya tidak bisa hanya dengan mengandalkan PAD Lotim, tapi harus mengandeng investor luar.
“Untuk meningkatkan fasilitas yang ada di Ekas atau d wilayah wisata Lotim lainnya maka bupati harus menjalin komunikasi dengan investor karena kalau hanya mengandalkan APBD maka agak berat,” pungkasnya.
Terlebih kata pria asal Sakra ini, potensi wisata di wilayah Selatan Lombok Timur itu sangat besar. Selain Teluk Ekas, disana ada pantai Surga, Pantai Kura-Kura dan pantai Pink 1 dan 2 yang bila dikelola dengan baik maka akan menjadi sumber pendapatan daerah bagi Kabupaten Lombok Timur.
“Luar biasa potensinya bisa jadi sumber pendapatan daerah itu. Cuman masalahnya akses menuju kesana yang parah yang harus diperbaiki oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Kedepan dirinya menyarankan agar Pemkab Lotim fokus mengembangkan wisata di Wilayah Selatan dimulai dengan membenahi infrastruktur dan fasilitas.
“Intinya yang dua ini yang perlu diperbaiki untuk memikat perhatian wisatawan,” pungkasnya.
Penulis : Dedy Supiandi








