
Mataram(KabarBerita)– Kota Mataram membidik target ambisius pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Tidak hanya mempertahankan gelar juara umum, kontingen ibu kota provinsi itu juga mengincar sejarah baru dengan meraih hattrick juara umum atau tiga kali berturut-turut, sekaligus menargetkan membawa pulang 180 medali emas.
Target tersebut ditegaskan saat pelepasan Kontingen Kota Mataram oleh Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di halaman Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (14/7). Ratusan atlet dan ofisial tampak hadir mengenakan seragam kontingen, siap mengemban misi mempertahankan dominasi Mataram di pesta olahraga terbesar di NTB itu.
Ketua KONI Kota Mataram, Firadz Pariska, mengatakan target yang dipasang bukan sekadar mempertahankan prestasi, melainkan menciptakan sejarah baru bagi olahraga NTB.
”Hattrick tentunya. Kita ingin mencetak sejarah sebagai satu-satunya kabupaten/kota di NTB yang mampu meraih juara umum tiga kali berturut-turut. Bahkan di tingkat nasional pun, dari catatan kami, hanya sedikit daerah yang mampu melakukan hal tersebut,” ujarnya.
Untuk mewujudkan target itu, Kota Mataram menurunkan kekuatan penuh dengan 579 atlet yang akan berlaga di berbagai cabang olahraga, didampingi 114 ofisial, sehingga total kontingen mencapai hampir 700 orang.
Firadz optimistis target 180 medali emas tetap realistis meski penyelenggaraan Porprov kali ini memiliki tantangan tersendiri. Sejumlah venue pertandingan tersebar di beberapa daerah, mulai dari Kota Mataram hingga Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Menurutnya, KONI Mataram telah menyiapkan langkah antisipasi melalui pembentukan liaison officer (LO) di setiap cabang olahraga serta mengirim tim lebih awal untuk memastikan kesiapan venue, penginapan, transportasi, hingga konsumsi atlet.
”Insyaallah kondisi itu tidak memengaruhi target medali. Memang ada tantangan pada sisi akomodasi dan transportasi karena venue tersebar, tetapi secara teknis kami sudah sangat siap,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengaku yakin seluruh atlet telah memiliki bekal yang cukup setelah menjalani program latihan dan berbagai uji coba menjelang Porprov.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Mataram tidak memberikan beban berlebihan kepada para atlet. Sebaliknya, mereka diminta tampil lepas agar mampu mengeluarkan kemampuan terbaik di arena pertandingan.
”Kami meyakini mereka sudah cukup siap. Kami tidak ingin membebani mereka dengan target yang berlebihan. Bertandinglah dengan leluasa dan keluarkan seluruh kemampuan terbaik. Dengan manajemen KONI yang sudah tertata dengan baik, kami yakin mereka mampu mempertahankan tradisi juara Kota Mataram,” kata Mohan.
Saat ditanya mengenai target hattrick juara umum, Mohan memilih menyerahkan sepenuhnya kepada perjuangan para atlet. Menurutnya, pemerintah telah menyediakan dukungan, fasilitas, dan pembinaan, sementara hasil akhir ditentukan oleh kerja keras para atlet di lapangan.
”Yang terpenting mereka sudah bekerja keras dan bersungguh-sungguh. Kami ingin mereka menjaga tradisi juara dan membawa kebanggaan bagi masyarakat Kota Mataram. Pemerintah hanya menjembatani bakat, talenta, dan cita-cita mereka,” ujarnya.
Di hadapan seluruh kontingen, Mohan juga menyampaikan pesan khusus agar para atlet tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjaga nama baik Kota Mataram.
”Selamat bertanding. Tetap kompak, saling mendukung, dan hormati arahan pelatih. Yang paling penting, jaga nama baik Kota Mataram. Tunjukkan bahwa kalian adalah atlet yang sportif, beretika, dan membanggakan daerah di setiap pertandingan,” pesannya.
Dengan target 180 medali emas dan misi mencetak sejarah sebagai juara umum tiga kali berturut-turut, Kota Mataram kini menatap Porprov NTB 2026 dengan optimisme tinggi untuk kembali mempertahankan supremasi olahraga di Nusa Tenggara Barat.






