
Mataram (KabarBerita) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhammad Iqbal memastikan rencana pembangunan jalur port to port di NTB terus menunjukkan perkembangan positif, dimana pemerintah pusat tengah memfokuskan penyusunan Detail Engineering Design (DED) setelah studi kelayakan (feasibility study) rampung pada tahun lalu.
Miq Iqbal sapaan Gubernur NTB itu mengatakan pembahasan proyek strategis tersebut telah melibatkan sejumlah kementerian terkait di tingkat pusat dan secara keseluruhan NTB sudah siap jika pembangunan jalan tersebut direalisasikan.
“Menteri-menteri terkait sudah terlibat dalam pembahasan port to port, InsyaAllah kita tetap maju,” ujar Miq Iqbal saat memberikan keterangan didepan ruang kerjanya, Senin (13/7/2026).
Lebih lanjut Miq Iqbal menyampaikan pembangunan jalur port to port nantinya tidak sepenuhnya dilakukan dengan membuka trase baru. Sebagian besar pekerjaan akan memanfaatkan ruas jalan yang telah ada melalui revitalisasi dan pelebaran jalan.
“Nggak nyampe 100 kilometer kalau port to port, lebih besar kan modifikasinya, sebagian trase barunya mungkin 15 kilometer, Selebihnya modifikasi, pelebaran jalan yang ada, ya pokoknya revitalisasi lah,” terangnya.
Miq Iqbal menambahkan pendekatan tersebut dinilai lebih efisien karena memaksimalkan infrastruktur jalan yang sudah tersedia, sehingga kebutuhan pembangunan jalan baru menjadi lebih sedikit, selain itu ia memastikan bahwa penyusunan DED saat ini sedang berjalan sesuai tahapan, Dokumen teknis tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan proyek ke depan.
“Pokoknya insyaAllah, ini DED-nya juga sedang disusun,” jelasnya.
Dikatakannya juga perkembangan penyusunan DED prosesnya berjalan baik. Ia memastikan tahapan perencanaan kini difokuskan pada penyelesaian desain teknis setelah studi kelayakan selesai pada tahun sebelumnya.
“Bagus, studi kelayakannya sudah selesai tahun lalu, Tahun ini kita fokus ke DED,” pungkas Mantan Dubes RI untuk Turki itu.
Ia juga berharap penyelesaian DED dapat menjadi pijakan untuk melanjutkan tahapan berikutnya, sehingga proyek konektivitas port to port dapat segera direalisasikan guna memperkuat jaringan transportasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi di NTB.
“Jadi ini untuk mempercepat akses barang antar pelabuhan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB,” pungkasnya.






