
Mataram, (KabarBerita) – Keputusan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal untuk tidak melantik kakak kandungnya, Baiq Nelly Kusumawati pada jabatan inspektur inspektorat NTB menuai apresiasi dari sejumlah kalangan.
Keputusan Gubernur itu dianggap sangat berani dan bijaksana ditengah sorotan publik atas keikutsertaan Baiq Nelly dalam seleksi terbuka yang dilakukan oleh panitia seleksi (pansel). Meski secara nilai tes, Baiq Nelly mendapatkan nilai tertinggi dari dua nama lainnya yang masuk 3 besar.
Lalu Iqbal yang seharusnya bisa melantik Baiq Nelly, namun lebih memilih menunjuk Herman Budi sebagai Inspektur Inspektorat NTB.
Politisi Nasdem, Lalu Arif Rahman Hakim menilai Gubernur Iqbal berjiwa besar dengan tidak mengedepankan ego pribadi dalam merotasi birokrasi.
“Dalam pandangan saya, memang apa yang dilakukan gubernur adalah langkah yang benar dan berjiwa besar. Sikap ini wisdom (kebijaksanaan) dan berjiwa besar,” kata Lalu Arif Rahman Hakim, Rabu (17/9).
Penilaian itu kata Anggota DPRD NTB ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, hasil tes Baiq Nelly yang dilakukan Tim Pansel berada pada urutan teratas dari kompetitor lainnya.
“Jadi memang kalau bicara kemampuan dan kapasitasnya luar biasa. Sudah teruji di Kota Mataram. Dan hasil tes panselnya kan tertinggi,” pungkasnya.
Lalu Arif berupaya memahami suasana kebatinan Gubernur Iqbal. Ia menilai, persepsi negatif akan muncul tatkala Gubernur Iqbal melantik kakaknya (Baiq Nelly) sebagai Inspektur Inspektorat NTB.
“Tapi memamg kalau ini dipaksakan, pasti akan ramai. Meskipun itu benar hasil pansel (tertinggi). Orang akan punya persepsi macam-macam dan pasti akan berdampak pada pemerintahan gubernur. Ini juga ujian atas konsistensi sikap beliau,” ujarnya.
Lalu Arif juga merespons anggapan bahwa Baiq Nelly dianggap paling mumpuni untuk menduduki jabatan Inspektur Inspektorat. Apalagi, jika berbicara penerapan prinsip-prinsip meritokrasi.
“Kalau normatifnya ya begitu. Tapi kan ini berbicara rasa. Silakan dibayangkan bagaimana situasinya jika benar beliau meluluskan kakaknya,” jelas anggota DPRD NTB asal Dapil NTB VII Lombok Tengah itu.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan ada banyak pertimbangan tidak memilih kakaknya menduduki jabatan Inspektur Inspektorat NTB. Dirinya juga memastikan, kakaknya Baiq Nelly memahami keputusannya tersebut.
“Banyak pertimbangan yang saya berikan, makanya saya memutuskan memilih Pak Budi. Saya yakin kakak saya sudah paham pertimbangan saya, dan beliau sudah cukup senang mengikuti proses seleksi yang objektif,” jelasnya.
Selain itu, Lalu Iqbal juga memastikan, proses seleksi jabatan akan terus mengedepankan sistem meritoktrasi. Saat ini, masih banyak kursi kepala OPD yang kosong, sehingga proses seleksi berikutnya segera dibuka.
“Banyak yang kosong makanya akan ada pansel selanjutnya. Memang kita batasi enam saja yang seleksi terbuka kemarin, supaya pansel tidak terlalu padat,” jelasnya. (red)








