
Lombok Tengah, (KabarBerita) – Aspal yang terkelupas dan berlubang menganga di sepanjang jalan provinsi wilayah Praya Tengah telah mengetuk hati seorang pria bernama Mustakim Togok. Baginya kondisi ini bukan hanya sekadar masalah infrastruktur namun menyangkut keselamatan jiwa manusia. Setiap lubang adalah ancaman nyata yang bisa merenggut keselamatan dan nyawa para pengendara sepeda motor yang melintas di jalan tersebut.
Mustakim Togok tergerak oleh rasa kemanusiaan melihat banyaknya pengendara yang terjatuh.
Mustakim yang juga Sekretaris Jenderal Aspirasi Rakyat Bersuara, mengambil langkah nyata. Tanpa menunggu anggaran pemerintah yang tak kunjung turun, ia menginisiasi aksi tambal sulam mandiri menggunakan semen cor seadanya.
Bukan sekadar semen, tapi kepedulian
kondisi jalan provinsi ini memang sudah masuk kategori rusak parah dan idealnya membutuhkan peningkatan jalan secara menyeluruh. Namun, menyadari keterbatasan efisiensi anggaran pemerintah provinsi saat ini, Mustakim memilih untuk tidak berpangku tangan.
“Kami tidak bisa membiarkan tetangga, saudara, atau masyarakat umum terus menjadi korban di jalan ini. Sementara pemerintah mungkin memiliki kendala anggaran, nyawa manusia tidak bisa menunggu antrean birokrasi,” ujar Mustakim saat ditemui di lokasi penambalan, Minggu (18/1).
Selain sebagai aksi simbolis untuk Penguasa, aksi tambal sulam dengan semen cor ini merupakan bentuk kepedulian ganda : Kepada Masyarakat, memberikan rasa aman sementara agar tidak ada lagi tangis keluarga karena kecelakaan akibat jalan yang berlubang.
Kemudian kepada Pemerintah: Sebagai pengingat santun bahwa ada urgensi yang menyentuh aspek keselamatan publik yang harus segera diprioritaskan.
Meski bersifat sementara, semen-semen yang dituang oleh tangan para pemuda ini adalah simbol harapan. Mereka berharap langkah kecil ini dapat mengetuk pintu hati pemangku kebijakan untuk segera melakukan perbaikan permanen sebelum jatuh korban yang lebih banyak. (Red)






