Mohan Tunggu Hasil Audit untuk Putuskan Nasib Honorer

Mataram(KabatBerita)— Nasib ratusan tenaga honorer di Kota Mataram kini benar-benar di ujung tanduk. Sebanyak 655 honorer non-ASN terancam kehilangan pekerjaan setelah pemerintah pusat menargetkan tidak ada lagi tenaga honorer di instansi pemerintahan pada tahun 2026.

Namun, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, memilih tak gegabah mengambil keputusan. Ia menegaskan, Pemkot akan lebih dulu melakukan kajian mendalam dan memastikan kejelasan data para honorer tersebut.

“Kita minta Inspektorat untuk turun ke dinas-dinas maupun kelurahan mengecek keberadaan tenaga honorer yang jumlahnya 655 orang itu. Hasil temuan Inspektorat akan menjadi dasar kajian sebelum kita mengambil keputusan,” ujar Mohan di Mataram.

Menurutnya, pengecekan ini tidak hanya sebatas data nama, tetapi juga mencakup status, pola pengangkatan, hingga kinerja dan kedisiplinan. “Kita akan cek semuanya, termasuk apakah orangnya benar ada, bagaimana kinerjanya, dan apakah disiplin atau tidak. Dari situ baru kita bisa menentukan apakah layak dipertahankan atau tidak,” tegasnya.

Soal kemampuan keuangan daerah, Mohan memastikan Pemkot Mataram masih sanggup membayar gaji para honorer. Hanya saja, ia menilai penertiban data perlu dilakukan agar penggunaan anggaran lebih akurat dan tepat sasaran.

“Dari sisi anggaran, kita masih mampu. Tapi kita mau tertib dulu — baik data maupun keberadaan mereka di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah tindak lanjut. Dalam waktu dekat, Inspektorat akan membentuk tim khusus yang akan turun langsung ke setiap OPD dan kelurahan.

“Nanti tim akan melakukan pemeriksaan secara komprehensif sebelum hasilnya diserahkan kepada kepala daerah sebagai bahan kajian untuk menentukan kebijakan,” jelas Nelly.

Ia menargetkan proses pemeriksaan ini selesai sebelum pergantian tahun, agar hasilnya bisa segera menjadi dasar kebijakan di awal tahun depan.

  • Related Posts

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    Mataram(KabarBerita) – Upaya penertiban reklame bodong di Kota Mataram belum bisa bergerak dalam waktu dekat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengungkapkan, penundaan tersebut berkaitan dengan kesibukan…

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis

    Mataram(KabarBerita) – Cadangan pangan berupa beras yang disiapkan untuk penanganan kebencanaan di Kota Mataram kini telah habis. Kondisi ini terjadi di tengah merosot tajamnya alokasi anggaran cadangan pangan daerah pada…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Direksi Baru PT GNE, Dewan NTB Dorong Ekspansi Bisnis, MBG dan Kopdes Potensial Dijajaki

    Direksi Baru PT GNE, Dewan NTB Dorong Ekspansi Bisnis, MBG dan Kopdes Potensial Dijajaki

    Direksi Baru PT. GNE Resmi Ditetapkan, Kerja Agresif Jadi Fokus Utama

    Direksi Baru PT. GNE Resmi Ditetapkan, Kerja Agresif Jadi Fokus Utama

    Kemenko PM Mendorong Transformasi Industri Bambu Selaawi sebagai Penggerak Ekonomi Perdesaan

    Kemenko PM Mendorong Transformasi Industri Bambu Selaawi sebagai Penggerak Ekonomi Perdesaan

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    BRIDA NTB Bersama PLN dan BRIN Akselerasi Pengembangan Riset PLTAL Selat Alas

    BRIDA NTB Bersama PLN dan BRIN Akselerasi Pengembangan Riset PLTAL Selat Alas

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis