
Mataram(KabarBerita) – Pemerintah Kota Mataram menggelar Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Forum ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah pembangunan daerah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang masih berlangsung. Ia menegaskan, pemerintah daerah harus mampu mengantisipasi dampak lanjutan dari situasi tersebut tanpa mengganggu jalannya program pembangunan.
“Pemerintah daerah harus tetap waspada, tetapi agenda pembangunan harus tetap berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2029, sejumlah isu strategis masih menjadi perhatian utama. Mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur, penanganan persoalan sosial kemasyarakatan, hingga penguatan sektor ekonomi daerah.
Salah satu fokus yang kembali mendapat penekanan adalah persoalan sampah. Pemerintah Kota Mataram mendorong agar berbagai upaya yang telah dilakukan, baik melalui pemanfaatan teknologi maupun pelibatan aktif masyarakat, dapat diperkuat agar memberikan dampak lebih nyata pada tahun 2026.
“Isu sampah harus menjadi fokus bersama. Kita ingin hasilnya benar-benar terasa tahun ini,” ujar Mohan.
Di sisi lain, Kota Mataram juga masuk dalam nominasi daerah yang dinilai berhasil menurunkan angka pengangguran. Capaian ini diharapkan dapat terus dipertahankan melalui penguatan sektor ekonomi kreatif dan ekonomi mikro.
Pemerintah pun membuka ruang yang lebih luas bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor kreatif, sebagai bagian dari strategi menjaga daya tahan ekonomi daerah di tengah tekanan global.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Mataram optimistis mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran, perlindungan tenaga kerja, serta keberlanjutan pembangunan daerah.






