Mu’azzim Akbar Tegaskan Program MBG Pondasi Utama Wujudkan Generasi Emas 2045

Mataram, (KabarBerita) — Anggota Komisi IX DPR RI, H. M Mu’azim Akbar menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045.

Hal itu disampaikan Mu’azzim dalam Sosialisasi MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Balai Latihan Kerja Nasional (BLKN) Mataram, Pada Jumat (6/2/2026).

“Negara hadir sejak anak masih dalam kandungan hingga menyelesaikan pendidikan. Pemenuhan gizi yang seimbang menjadi kunci menciptakan generasi yang sehat dan cerdas,” ujarnya.

Disampaikan Mu’azzim MBG adalah program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Presiden Prabowo Subianto pungkasnya menjadikan MBG sebagai program prioritas negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Selain berdampak pada peningkatan kualitas gizi, sosialisasi ini juga menyoroti manfaat ekonomi dari Program MBG. Dengan melibatkan bahan pangan lokal dalam penyediaan makanan bergizi diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dikatakannya pemerataan akses gizi menjadi langkah penting untuk menghapus kesenjangan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak akibat perbedaan kondisi ekonomi keluarga.

“Tidak boleh lagi ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi orang tuanya. Program MBG adalah bentuk keadilan sosial di bidang gizi,” ungkapnya.

Sementara itu, tenaga ahli direktorat promosi dan edukasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), Teguh Suparnagi mengatakan bahwa yang melatar belakangi Program MBG adalah penanganan stunting yang masih tinggi dan stagnan, masalah gizi dan anemia, ketimpangan akses pangan bergizi, ketidak stabilan ekonomi dan kemiskinan.

“Inilah solusi untuk mengurangi dan menekan permasalahan yang masih dihadapi negara,”terangnya.

Teguh juga menyampaikan jika Stunting dimulai semenjak mulai adanya kehidupaan dalam kandungan,  yaitu pada saat bayi menerima asupan gizi dalam kandungan, dan program MBG menjadi langkah tepat untuk mengatasi permaslahan tersebut yang tujuan utamanya adalah Meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan gizi.

“Jadi bukan masalah enak atau tidaknya, tapi takaran gizi yang pas atau tidakn,”imbuhnya. (Wira)

Related Posts

Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

SERANG (KabarBerita)-Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun 2027. Penetapan tersebut disampaikan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat,…

Hadiri Puncak HPN 2026, Haji Boy Pimpin Rombongan JMSI NTB ke Banten

MATARAM (KabarBerita)-Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nusa Tenggara Barat kembali menunjukkan konsistensinya dalam mendukung penguatan pers nasional. Sedikitnya 15 pimpinan media siber anggota JMSI NTB bertolak ke Serang,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Reses di 14 Titik, Lalu Muhibban Dominan Terima Keluhan Infrastruktur Jalan

Reses di 14 Titik, Lalu Muhibban Dominan Terima Keluhan Infrastruktur Jalan

Struktur Pengurus Dikukuhkan, PKB NTB Langsung Tancap Gas

Struktur Pengurus Dikukuhkan, PKB NTB Langsung Tancap Gas

295 Atlet Cilik Ikuti Lomba Renang Junior Fun Swimming Se-Kota Mataram

295 Atlet Cilik Ikuti Lomba Renang Junior Fun Swimming Se-Kota Mataram

Wagub Ummi Dinda Hadiri Marvelous Wastra NTB, Dorong Pelestarian Muna Pa’a dan Pemberdayaan Penenun

Wagub Ummi Dinda Hadiri Marvelous Wastra NTB, Dorong Pelestarian Muna Pa’a dan Pemberdayaan Penenun

Alumni FAPERTA’91 Gelar Hash dan Aksi Sosial di Desa Banyu Urip Gerung Lobar

Alumni FAPERTA’91 Gelar Hash dan Aksi Sosial di Desa Banyu Urip Gerung Lobar

Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027