Mulai Pekan Depan, Pejabat Eselon II di Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor

‎Mataram(KabarBerita) – Pemerintah Kota Mataram bersiap menerapkan kebijakan tak biasa bagi jajaran birokrasi tingkat atas. Mulai Senin pekan depan, seluruh pejabat eselon II diwajibkan berangkat ke kantor menggunakan sepeda. Kebijakan ini disebut sebagai upaya nyata menekan konsumsi energi sekaligus mendorong pola hidup sehat di lingkungan pemerintahan.

‎Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menegaskan bahwa kebijakan ini akan mulai diuji coba secara terbatas sebelum diterapkan penuh. “Kita mulai hari Senin. Kalau besok mungkin uji coba dulu beberapa teman yang bisa, tapi mulai hari Senin itu serentak,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

‎Alwan menjelaskan, penerapan awal difokuskan pada pejabat eselon II sebagai tahap percontohan. Pemerintah kota tidak menutup kemungkinan kebijakan serupa akan diperluas ke tingkat pejabat dan pegawai lainnya setelah evaluasi dilakukan.

‎Menariknya, tidak ada ketentuan khusus terkait jenis sepeda yang digunakan. Para pejabat diberi kebebasan memilih, mulai dari sepeda kayuh hingga sepeda listrik. Namun, satu hal yang ditegaskan: seluruh kendaraan tersebut harus milik pribadi, tanpa fasilitas pengadaan dari anggaran pemerintah.

‎“Sepedanya bebas, mau sepeda ontel, mau sepeda listrik, terserah. Yang penting sepeda milik pribadi,” kata Alwan.

‎Sementara itu, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari strategi efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan krisis global. Ia juga mengakui bahwa kebijakan ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan seluruh pegawai, terutama mereka yang memiliki jarak tempuh cukup jauh dari tempat tinggal ke kantor.

‎“Ada juga pejabat maupun pegawai kita yang jarak tempuhnya cukup jauh. Nah ini yang perlu kita siapkan alternatif,” ujarnya.

‎Meski demikian, Mohan belum merinci bentuk transportasi alternatif yang tengah disiapkan. Ia menegaskan, keputusan tersebut masih dalam tahap pembahasan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis agar kebijakan yang diambil benar-benar efektif dan berdampak nyata.

‎“Nanti pasti saya sampaikan. Saya perlu bicarakan dulu, harus dengar pandangan dari OPD teknis. Kalau mereka sepakat dan bisa diimplementasikan dengan baik serta memberikan dampak efisiensi, baru kita aplikasikan,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Pemkot Mataram Kaji Penggunaan Angkutan Umum untuk Pejabat, Bemo Kuning Jadi Opsi

    Mataram(KabarBerita) – Pemerintah Kota Mataram tengah mengkaji kebijakan baru untuk mengurangi penggunaan kendaraan dinas di kalangan aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat eselon II dan III. Selain mendorong penggunaan sepeda,…

    Dinkes Mataram Dukung Penangguhan 15 SPPG, Utamakan Keamanan MBG

    ‎Mataram(KabarBerita) – Dinas Kesehatan Kota Mataram menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menangguhkan operasional 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL)…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Pemkot Mataram Kaji Penggunaan Angkutan Umum untuk Pejabat, Bemo Kuning Jadi Opsi

    Pemkot Mataram Kaji Penggunaan Angkutan Umum untuk Pejabat, Bemo Kuning Jadi Opsi

    Dinkes Mataram Dukung Penangguhan 15 SPPG, Utamakan Keamanan MBG

    Dinkes Mataram Dukung Penangguhan 15 SPPG, Utamakan Keamanan MBG

    Ruas Jalan Wakul – Ketejer Ditangani, Dewan LWJ Beri Apresiasi Bina Marga

    Ruas Jalan Wakul – Ketejer Ditangani, Dewan LWJ Beri Apresiasi Bina Marga

    Lalu Wirajaya Dinilai Layak Menuju Pilkada Loteng 2029

    Lalu Wirajaya Dinilai Layak Menuju Pilkada Loteng 2029

    Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

    Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

    BKAD NTB sebut Belanja Pegawai Masih Terkendali

    BKAD NTB sebut Belanja Pegawai Masih Terkendali