
Mataram(KabarBerita)— Dinas Pertanian Kota Mataram mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha. Sebanyak 30 petugas kesehatan hewan disiagakan dan akan disebar di enam kecamatan untuk memastikan hewan kurban yang beredar layak dan aman untuk dikurbankan.
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Jauhari mengatakan, tim kesehatan hewan dijadwalkan mulai turun ke lapangan pada pekan depan. Mereka akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap hewan kurban yang dijual para pengepul maupun pedagang musiman yang mulai marak menjelang Iduladha.
“Semua hewan kurban akan diperiksa kelayakannya, terutama dari sisi kesehatan. Pemeriksaan difokuskan di tempat-tempat penyedia hewan kurban karena biasanya menjelang Iduladha banyak pengepul yang mulai berjualan,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat kurban. Jika ditemukan hewan yang sakit maupun mengalami cacat fisik seperti pincang, maka hewan tersebut akan dipisahkan dan ditangani lebih lanjut oleh petugas di lapangan.
“Kalau ada yang sakit tentu akan dipisahkan. Begitu juga kalau ada yang pincang atau tidak memenuhi syarat kurban, nanti teknis penanganannya diserahkan kepada tim kesehatan hewan di lapangan,” katanya.
Tak hanya melakukan pemeriksaan sebelum Iduladha, tim kesehatan hewan juga akan diterjunkan saat hari penyembelihan berlangsung. Petugas akan melakukan pengawasan langsung di sejumlah titik pemotongan hewan kurban di Kota Mataram.
Lalu Jauhari menjelaskan, pengawasan saat penyembelihan penting dilakukan untuk memastikan proses pemotongan berjalan sesuai standar kesehatan dan kebersihan. Selain petugas dari Dinas Pertanian, biasanya tim kesehatan hewan dari perguruan tinggi juga ikut turun membantu pengawasan secara mandiri.
“Pada saat pemotongan nanti tim juga tetap disebar. Biasanya selain dari dinas, ada juga tim kesehatan hewan dari kampus yang ikut turun melakukan pengawasan,” terangnya.
Ia memastikan hingga saat ini kondisi kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayah Kota Mataram masih aman dan belum ditemukan indikasi penyakit menular pada ternak.
“Alhamdulillah sampai sekarang kondisi masih aman,” ucapnya.
Dari sisi ketersediaan, Dinas Pertanian memastikan stok hewan kurban untuk kebutuhan masyarakat Kota Mataram juga dalam kondisi mencukupi. Selain berasal dari peternak lokal, pasokan hewan kurban turut didatangkan dari sejumlah daerah penyangga di Pulau Lombok.
“Kalau stok dari peternak lokal kurang, biasanya didatangkan dari luar seperti Gunungsari, Kediri Lombok Barat, bahkan dari Lombok Utara. Sebagian besar hewan kurban yang masuk ke Mataram memang berasal dari daerah sekitar,” pungkasnya.








