“Kalau Memang Penting, Kenapa Tidak dari Awal?” Ismul Soroti Konsultan MK Kantor Wali Kota

‎Mataram(KabarBerita)— Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat, menyoroti keberadaan konsultan manajemen konstruksi (MK) dalam lanjutan proyek pembangunan Kantor Wali Kota Mataram yang dinilai baru muncul di tengah proyek berjalan.

‎Meski mendukung penggunaan konsultan MK dalam proyek pemerintah, Ismul mempertanyakan alasan konsultan tersebut tidak disiapkan sejak awal pembangunan dimulai. Terlebih, proyek Kantor Wali Kota Mataram sebelumnya disebut telah berjalan dengan pengawasan internal dinas.

‎“Kalau memang penting, kenapa tidak dari awal? Kenapa baru muncul sekarang saat proyek sudah berjalan,” kata Ismul.

‎Ia menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan penggunaan konsultan MK selama memang dibutuhkan untuk mendukung pengawasan proyek. Namun, proses penunjukan hingga besaran anggarannya harus dibuka secara transparan kepada publik.

‎“Kita mendukung Pemkot menggunakan konsultan MK. Tapi perlu dijelaskan juga ke publik bagaimana proses memilih konsultannya, karena anggarannya sangat besar,” ujarnya.

‎Menurut Ismul, jika sejak awal proyek pembangunan Kantor Wali Kota Mataram dianggap memiliki kompleksitas tinggi, maka seluruh perangkat pengawasan seharusnya sudah disiapkan dari tahap perencanaan awal, bukan muncul di tengah jalan.

‎“Kalau proyek ini memang prestisius dan kompleks, mestinya dari awal semua perangkatnya sudah lengkap. Dulu saat tahap awal pembangunan, penjelasan dari dinas sudah dianggap clear,” katanya.

‎Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu juga mempertanyakan alasan Dinas PUPR Kota Mataram yang menyebut pengawasan internal rawan nepotisme dan markup sehingga diperlukan konsultan MK independen.

‎“Kalau pengawasan internal dianggap rawan, lalu bagaimana dengan pembangunan tahap awal yang menggunakan pengawas internal?” sindirnya.

‎Ismul menilai proyek pembangunan Bale Mentaram atau Kantor Wali Kota Mataram sebenarnya tidak memiliki tingkat kerumitan yang terlalu tinggi sehingga masih memungkinkan diawasi internal dinas, sepanjang pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan perencanaan.

‎“Kalau pengawas internal mampu, kenapa harus pakai MK dan kenapa baru sekarang? Jangan sampai konsultan MK ini hanya jadi pelengkap syarat pembangunan,” tegasnya.

‎Selain soal konsultan MK, Ismul juga menyoroti skema proyek multiyears yang menurutnya baru dimunculkan sekarang. Padahal, dalam pembahasan awal proyek, skema multiyears disebut sudah dirancang sejak tahap pertama pembangunan.

‎“Ini juga membingungkan. Dari awal pembahasan disebut multiyears, tapi sekarang seolah baru dimulai,” ujarnya.

‎Sebagai bentuk pengawasan, Komisi III DPRD Kota Mataram berencana memanggil Dinas PUPR untuk meminta penjelasan detail terkait penggunaan konsultan MK, termasuk mekanisme penunjukan dan besaran anggarannya.

‎“Kita akan meminta penjelasan secara terbuka, termasuk menghadirkan rekanan yang ditunjuk sebagai konsultan MK,” tandasnya.

  • Related Posts

    BNN Kota Mataram Amankan Empat Pengguna Narkoba dalam Razia Kos di Karang Taliwang

    Mataram(KabarBerita)— Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram kembali menggencarkan upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kota Mataram. Melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNN menggelar kegiatan penyelidikan,…

    Jelang Iduladha, Distan Mataram Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

    Mataram(KabarBerita)– Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram mulai mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan. Pemeriksaan perdana dilakukan di wilayah Kecamatan Selaparang untuk memastikan hewan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    APJATI NTB Dorong Perlindungan dan Skema Biaya Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

    APJATI NTB Dorong Perlindungan dan Skema Biaya Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

    Perkuat Strategis Sport Tourism di Mandalika, ITDC Resmi Umumkan Jajaran Komisaris dan Direksi MGPA

    Perkuat Strategis Sport Tourism di Mandalika, ITDC Resmi Umumkan Jajaran Komisaris dan Direksi MGPA

    Orang Tua Siswa Keluhkan Uang Perpisahan, Ombudsman NTB Larang Sekolah Tarik Pungutan

    Orang Tua Siswa Keluhkan Uang Perpisahan, Ombudsman NTB Larang Sekolah Tarik Pungutan

    Sabolah Jadi Komisaris MGPA, DPRD NTB Berharap Berdampak bagi Daerah

    Sabolah Jadi Komisaris MGPA, DPRD NTB Berharap Berdampak bagi Daerah

    Siswa Dipungut Lunasi Uang Komite sebagai Syarat Ambil SKL, Ombudsman NTB Langsung Turun ke Sekolah

    Siswa Dipungut Lunasi Uang Komite sebagai Syarat Ambil SKL, Ombudsman NTB Langsung Turun ke Sekolah

    Santai di Pendopo NTB, Pemerintah Serius Mengurus Gizi Generasi Bangsa

    Santai di Pendopo NTB, Pemerintah Serius Mengurus Gizi Generasi Bangsa