Pemprov NTB Gandeng MDPI dan Enam Mitra Strategis, Perkuat Kelestarian Perikanan di KPBP 2026

MATARAM (KabarBerita) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) memperkuat tata kelola perikanan kolaboratif (co-management) demi menjaga keberlanjutan stok ikan di perairan NTB.

Komitmen ini ditegaskan dalam Pertemuan Tahunan Komite Pengelolaan Bersama Perikanan (KPBP) yang melibatkan 107 pemangku kepentingan (stakeholder) sektor perikanan di Hotel Aston Inn, Kota Mataram, Selasa (30/6/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal menyatakan pertemuan strategis ini berfokus pada penguatan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemantauan data perikanan, perlindungan satwa laut dilindungi, peningkatan kesejahteraan nelayan, hingga perbaikan kualitas komoditas perikanan.

“Kami ingin bergandengan tangan, bekerja sama, dan berkolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil (OMS) dan akademisi untuk mengisi kekosongan data yang penting untuk perumusan
kebijakan,” ujar Miq Iqbal sapaannya.

Lebih lanjut Miq Iqbal mengarahkan agar anggota KPBP berfokus terhadap pembangunan mekanisme pengelolaan perikanan yang lebih presisi tahun ini.
Koordinasi lintas sektor dinilai krusial untuk melindungi karakteristik perikanan NTB yang kaya dan beragam.

Sementara itu Direktur MDPI, Yasmine Simbolon mengtakan Sebelumnya, pertemuan rutin yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB ini hanya berfokus pada komoditas bernilai ekonomi tinggi, yakni tuna, cakalang, dan tongkol.

“Karakteristik perikanan NTB bersifat tropis dan saling berinteraksi dengan beragam spesies KPBP yang awalnya hanya berfokus kepada tata kelola spesies tuna, kini bergeser pendekatan tata
kelola berbasis ekosistem yang kolaboratif,” jelasnya.

Lebih lanjut Yasmine menambahkan Ke depan, laporan kerja KPBP akan diteruskan kepada Gubernur untuk melengkapi profil kelautan dan perikanan NTB sebagai acuan kebijakan daerah, Hasil itu akan dibawa ke tingkat nasional sebagai referensi perumusan kebijakan perikanan oleh kementerian.

“Rumusan aksi yang disusun oleh Komite akan diimplementasikan dan dibawa ke dalam pertemuan UPP-WPNRI (Unit Pengelola Perikanan-Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia) seperti yang telah dilakukan di tahun 2025,” imbuhnya.

Sedangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan KKP, Syahril Abd. Raup menilai Pertemuan Tahunan KPBP praktis menjembatani koordinasi kebijakan dari tingkat nelayan hingga ke tingkat pemerintah pusat, Pertemuan ini sangat bermanfaat untuk bertukar umpan balik Di tingkat nasional.

“Pertemuan seperti ini sudah mewadahi kesepakatan relaksasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur karena Kementerian dapat bertemu dengan pelaku-pelaku perikanan di tingkat hulu,” pungkasnya.

Sebagai wadah formal, pertemuan Tahunan KPBP memainkan peran penting dalam mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, OMS, pelaku industri, hingga asosiasi nelayan kecil dalam kedudukan yang setara. Guna menjaga keberlanjutan sumber daya ikan tersebut, Pemerintah Daerah didukung oleh MDPI dan enam mitra strategis, yaitu: Wildlife Conservation
Society (WCS), AP2HI, FIP2B NTB, Lembaga Juang Ruang Lestari (JARI), Kebersamaan untuk Lautan (KUL), dan Konservasi Indonesia.

Untuk Informasi Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) didirikan pada tahun 2013 untuk mendorong kegiatan perikanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan demi kesejahteraan
komunitas nelayan dan sumber daya perikanan di seluruh Indonesia. Moto kami adalah “Happyv People, Many Fish”. Organisasi ini dimulai dengan kepercayaan yang sederhana, bahwa masyarakat perikanan yang diberdayakan dan terjamin secara finansial adalah kunci dalam
mencapai perikanan berkelanjutan.

Yayasan ini bekerja dalam perikanan skala kecil untuk mendorong rantai pasok produk makanan laut yang berkelanjutan, adil dan dapat ditelusuri. Rangkaian program MDPI dirancang untuk hasil jangka panjang yang nyata dan kuat di kelompok masyarakat yang dilibatkan. (Wira/red)

  • Related Posts

    Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

    Mataram (KabarBerita) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat paripurna bersama Pemerintah Provinsi NTB dengan agenda penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas…

    TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

    Mataram (KabarBerita) – Ketua Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Dr. Zainul Majdi menyayangkan pernyataan anggota Komisi III DPR RI Abdullah yang menyebut afiliasi organisasi pondok pesantren dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

    Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

    Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

    Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

    Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

    Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

    TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

    TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

    BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak

    BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak

    Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu NTB Komit Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Jurdil

    Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu NTB Komit Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Jurdil