
Mataram, (KabarBerita) – Tim Persatuan Tonis seluruh Indonesia (Pertonsi) NTB mengakui keunggulan Pertonsi Jateng dengan skor 2 : 1.
Hal ini disampaikan Kadispora NTB Wirawan yang juga sebagai peserta yang tampil di final.
Wirawan mengatakan meskipun pada game I, Tim NTB memimpin dengan point 21:15, tapi di game ke II justru kalah dengan point 21:16, dan di game ke III harus mengakui keunggulan lawan dengan point akhir 15:8. Pertandingan ini berlangsung di Wawa Arena sport, Senin (28/7).
“Jadi skor 2:1 menjadi akhir dan mereka menang secara pengalaman dan mereka sudah lama berpasangan sedangkan kita baru-baru ini,” tuturnya.
Wirawan juga menambahkan hasil yang diraih sampai masuk ke final itu diluar perkiraan , karena banyaknya peserta yang ikut dalam inorga Pertonsi.
“Ini diluar ekspektasi, kami kira tidak akan bisa sampai ke final, tapi Alhamdulillah intinya,” terangnya.
Wirawan juga menghimbau Masyarakat yang mencari olahraga murah dan mudah dipelajari dan relatif tersedia prasarananya dengan memodifikasi lapangan bulutangkis.
“Jadi olahraga murah dan mudah dipelajari ya itu tonislah solusinya,” pungkasnya.
Sementara itu Tulus Widodo pegiat olahraga Tonis yang selaku pemenang pertandingan ganda campuran 50+ mengatakan perkembangan inorga Tonis ini sangat bagus yang awalnya hanya 2 Provinsi yang ikut serta tapi di Fornas ke VIII NTB ini menjadi 21 Provinsi yang ikut.
“Jadi ini luar biasa yang awalnya dari 2 provinsi sekarang menjadi 21 Provinsi,” akunya.
Dia juga menambahkan jika NTB luar biasa terutama destinasi wisatanya.
Tulus Widodo yang mengaku baru pertama kali ke NTB berencana akan mengunjungi beberapa tempat di Lombok dan akan terus berkunjung ke tempat lainnya, karena ia hanya melihat di foto-foto saja, jadi mau membuktikan sendiri bagaimana indahnya Lombok.
“Saya baru mengunjungi beberapa tempat dan ini rencananya saya mau ke senggigi karena baru lihat fotonya saja, jadi ingin buktikan sendiri gimana indahnya, “jelasnya. (*)







