Revitalisasi Gor Turida, Butuhkan Anggaran Rp 700 Miliar

MATARAM (KabarBerita) – Provinsi NTB dan NTT ditunjuk sebagai tuan Rumah Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Adanya event tersebut, membuat NTB harus berbenah diri dalam segala hal, termasuk persiapan fasilitas yang mendukung kesuksesan ajang tersebut.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi NTB, Mori Hanafi mengatakan, dengan dijadikannya NTB sebagai tuan rumah (PON 2028,red), tentu harus ada persiapan yang menyeluruh, seperti revitalisasi atau perbaikan GOR Turida yang membutuhkan anggaran kurang lebih Rp700 miliar.

Revitalisasi ini mencakup stadion, pembangunan fasilitas pendukung seperti GOR Pencak Silat, Wisma Atlet, termasuk fasilitas umum.

“Insya Allah (sudah ada kepastian) untuk perbaikannya. Anggarannya kurang lebih Rp700 miliar,” terangnya Mori sapaan akrab politisi Partai Nasdem yang juga Anggota DPR RI pada, Rabu (29/10/2025) kemarin.

lebih lanjut Mori mengatakan, revitalisasi ini direncanakan akan dimulai akhir 2026 nanti. Sementara itu, awal tahun 2026 mendatang, fase Detail Engineering Design (DED).

“Untuk venue yang lainnya nanti kita bahas. fokus kita sekarang di situ dulu, yang lainnya kita lihat lagi ruang fiskal Pemerintah Pusat juga,” ucapnya.

Pelaksanaan PON 2028, yang kurang lebih tiga tahun lagi. Dan NTB sebagai tuan rumah menargetkan diri, masuk lima besar dengan target 60 medali emas.
Anggota komisi V DPR RI ini juga menekankan, untuk mencapai target tersebut, perlu usaha yang lebih keras. Dan Menurutnya, target 60 medali emas cukup realistis terlebih posisi NTB sebagai tuan rumah. “NTB tuan rumah, kita sama-sama dukung menyambut event ini,” ujarnya.

Salah satu bentuk persiapan guna menyambut gelaran event olahraga nasional itu, sambung Mori, dalam waktu dekat, Provinsi NTB akan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2026 mendatang.

Mori menjelaskan, Porporov tahun 2026 sedikit berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Pertama, karena cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan sekitar 51 cabor. Dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Kedua, pelaksanaannya tidak di satu tempat, seperti Kota Mataram saja. Melainkan akan menyebar di sepuluh kabupaten dan kota.

“Sekarang kita sebar di seluruh kabupaten kota, khusus Porprov besok ini desainnya untuk menghadapi PON 2028 nanti,”jelasnya. (Wir/red).

  • Related Posts

    Ketua PSSI Mataram Resmi Buka Turnamen Askot 2025, 38 Klub Ramaikan Persaingan ‎

    ‎Mataram(KabarBerita) – Atmosfer sepak bola Kota Mataram kembali menyala. Ketua PSSI Kota Mataram, H. Novian Rosmana, resmi membuka Turnamen Askot 2025,Senin (1/12) di Lapangan Selagalas Kecamatan Sandubaya. Sebanyak 38 klub…

    Talenta Muda Unjuk Skill, PSSI Mataram Sukses Selenggarakan Friendly Game ‎

    ‎Mataram(KabarBerita )– PSSI Kota Mataram sukses menggelar ajang Friendly Game U10 dan U12 di Lapangan Sangkareang, Minggu. Sebanyak 16 klub usia dini se-Kota Mataram ikut ambil bagian dalam kompetisi persahabatan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Dinas Perikanan Kaget Lapak Pasar Ikan Dibongkar untuk Pembangunan KMP

    Dinas Perikanan Kaget Lapak Pasar Ikan Dibongkar untuk Pembangunan KMP

    Remaja yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia di Bima

    Remaja yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia di Bima

    Tiga Program Strategis PUPR Diresmikan Sebagai Kado HUT NTB ke 67

    Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Keluhkan Harga Racun Hama Padi Melambung Tinggi

    Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Keluhkan Harga Racun Hama Padi Melambung Tinggi

    Proyek Revitalisasi Sekolah Terlambat, Pemkot Mataram Terancam Tanggung Beban Anggaran

    Proyek Revitalisasi Sekolah Terlambat, Pemkot Mataram Terancam Tanggung Beban Anggaran

    Polres Loteng Bersama Stakeholder dan Masyarakat Sepakat Tolak Penambangan Emas Ilegal di kawasan Pantai Kuta

    Polres Loteng Bersama Stakeholder dan Masyarakat Sepakat Tolak Penambangan Emas Ilegal di kawasan Pantai Kuta