Talud Sungai Jangkuk Ambrol , Warga Dasan Agung Resah Menanti Perbaikan

Mataram(KabarBerita)– Talud atau dinding penahan di salah satu titik tanggul Sungai Jangkuk, Lingkungan Bawak Bagek, Kelurahan Dasan Agung, Mataram, ambrol. Kondisi ini membuat resah warga setempat karena lokasi kerusakan hanya berjarak sekitar lima meter dari permukiman padat penduduk.

‎Jalan inspeksi di sepanjang sisi selatan sungai kini ditutup sementara karena aspal ikut retak dan longsor ke dasar sungai. Penutupan jalan telah dilakukan sejak dua hari lalu untuk alasan keamanan.

‎Warga setempat, Nursandi, menjelaskan bahwa kerusakan talud kian memanjang, terutama setelah hujan deras mengguyur dan debit air Sungai Jangkuk meningkat.

‎”Jalan kita tutup sementara karena aspalnya retak dan ambrol ke dasar sungai,” ujar Nursandi, Kamis (4/12).

‎Menurut Nursandi, warga sudah melaporkan kondisi ini ke pihak kelurahan dan Dinas PUPR sejak lama. Awalnya, kerusakan hanya berupa retakan kecil pada bulan Oktober, namun melebar drastis akibat intensitas hujan tinggi dan tumbangnya pohon pelindung di sekitar lokasi.

‎”Surat resmi sudah kami kirim ke Dinas PUPR sejak Oktober lalu. Kerusakannya bertambah parah setelah hujan lebat,” tambahnya.

‎Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat, menyoroti minimnya pemantauan rutin terhadap kondisi sempadan sungai di Mataram. Menurutnya, kondisi talud yang rusak parah di Dasan Agung adalah bukti kurangnya perhatian serius dari OPD terkait.

‎”Kami sudah sampaikan beberapa kali dalam rapat koordinasi agar kondisi sempadan tiga sungai besar di Mataram (Jangkuk, Ancar, Unus) diperhatikan serius, terutama yang berdekatan dengan permukiman warga,” tegas Ismul.

‎Ia mendorong agar perbaikan menyeluruh dianggarkan dalam APBD 2026 serta dikoordinasikan secara jelas antara Pemkot Mataram dan Balai Wilayah Sungai (BWS). “Selama ini selalu disebut kewenangan BWS, tapi koordinasinya tidak kuat,” tambahnya.

‎Saat ini, bagian talud yang ambrol ditopang sementara menggunakan karung berisi tanah, pasir, batu, serta bambu untuk menahan longsoran sambil menunggu perbaikan permanen.

  • Related Posts

    Diduga Ada Aset Mataram Mall yang Diagunkan, Komisi II DPRD Mataram Desak Pemkot Buka Informasi Secara Terbuka

    Mataram(KabarBerita)– Dugaan adanya aset di kawasan Mataram Mall yang diagunkan menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kota Mataram. Menjelang berakhirnya kontrak kerja sama pengelolaan Mataram Mall pada 11 Juli 2026,…

    Jelang Berakhirnya Kontrak Mataram Mall, Komisi II DPRD Mataram Tunggu Pembahasan dengan Eksekutif

    ‎Mataram(KabarBerita)– Komisi II DPRD Kota Mataram masih menunggu pembahasan lanjutan bersama pihak eksekutif terkait masa akhir kontrak pengelolaan Mataram Mall yang akan berakhir pada 11 Juli 2026. Rapat yang sedianya…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Jamaah Haji Kloter 2 Lombok Tengah Tiba di Asrama Haji

    Jamaah Haji Kloter 2 Lombok Tengah Tiba di Asrama Haji

    Diduga Ada Aset Mataram Mall yang Diagunkan, Komisi II DPRD Mataram Desak Pemkot Buka Informasi Secara Terbuka

    Diduga Ada Aset Mataram Mall yang Diagunkan, Komisi II DPRD Mataram Desak Pemkot Buka Informasi Secara Terbuka

    Jelang Berakhirnya Kontrak Mataram Mall, Komisi II DPRD Mataram Tunggu Pembahasan dengan Eksekutif

    Jelang Berakhirnya Kontrak Mataram Mall, Komisi II DPRD Mataram Tunggu Pembahasan dengan Eksekutif

    Pemulangan Jamaah Haji, DPR Mahdalena Desak PPIH Tindak Tegas Maskapai Haji Tukang Delay!

    Pemulangan Jamaah Haji, DPR Mahdalena Desak PPIH Tindak Tegas Maskapai Haji Tukang Delay!

    Dispar Mataram Tegur Hotel, Minta Semua Konten Bernuansa Asusila Dihapus

    Dispar Mataram Tegur Hotel, Minta Semua Konten Bernuansa Asusila Dihapus

    DPRD Kota Mataram Soroti Promosi Hotel, Minta Pemerintah Bertindak Tegas

    DPRD Kota Mataram Soroti Promosi Hotel, Minta Pemerintah Bertindak Tegas