Target Sebelum Ramadhan Gagal, Pemkot Mataram Masih Tunggu Restu BKN

Mataram(KabarBerita)— Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menjelaskan alasan di balik tertundanya rencana mutasi dan pelantikan sembilan pejabat eselon II hasil seleksi terbuka yang sebelumnya diwacanakan berlangsung sebelum bulan Ramadan.

‎Alwan mengatakan, penundaan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Wali Kota Mataram yang menginginkan mutasi dilakukan secara bersamaan, tidak hanya untuk pejabat hasil panitia seleksi (pansel), tetapi juga mencakup sejumlah jabatan struktural lain yang saat ini masih kosong, termasuk jabatan Inspektur pada Inspektorat Kota Mataram.

‎Menurutnya, hingga saat ini persetujuan teknis (pertek) dari Badan Kepegawaian Negara yang telah terbit baru mencakup sembilan jabatan eselon II hasil seleksi terbuka serta dua jabatan eselon III di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram.

‎“Saat ini kita sedang mengajukan persetujuan teknis untuk pengisian jabatan Inspektur. Mudah-mudahan minggu depan sudah keluar, sehingga mutasi bisa dilakukan secara bersamaan. Harapannya semua jabatan yang kosong bisa terisi, jadi kita menunggu persetujuan Inspektur terlebih dahulu,” ujar Alwan.

‎Selain jabatan Inspektur, Pemkot Mataram juga mengajukan izin mutasi untuk pengisian sejumlah jabatan eselon III dan IV. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya percepatan agar seluruh jabatan struktural yang masih kosong dapat segera terisi.

‎Alwan menjelaskan, sesuai ketentuan, setiap pelaksanaan mutasi pejabat wajib memperoleh izin atau persetujuan teknis dari BKN. Proses pengajuan pertek tersebut memiliki batas waktu maksimal lima hari kerja. Apabila dalam rentang waktu tersebut tidak ada tanggapan atau penolakan, maka pengajuan dianggap telah disetujui dan dapat ditindaklanjuti tanpa harus mengajukan ulang.

‎“Kebijakan Wali Kota adalah mutasi dilakukan sekali saja, tidak bertahap,” tegasnya.

‎Sebelumnya, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana sempat menargetkan pelantikan pejabat hasil seleksi terbuka dapat dilaksanakan sebelum memasuki bulan Ramadan. Namun hingga satu hari menjelang Ramadan, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena masih menunggu kelengkapan persetujuan teknis dari BKN.

  • Related Posts

    Enam Daerah Layangkan Mosi Tidak Percaya, Penilaian Drum Band Porprov NTB 2026 Diprotes

    ‎Mataram (KabarBerita) – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 kembali diterpa polemik. Setelah muncul protes dan kericuhan di sejumlah cabang olahraga, kini giliran cabang olahraga (cabor) Drum Band…

    Tarif TPU di Mataram Segera Berlaku, Pemkot Siapkan Regulasi dan Layanan Pemakaman Modern

    Mataram(KabarBerita) – Pemerintah Kota Mataram mulai mematangkan rencana pemberlakuan tarif layanan pemakaman pada Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola pemerintah. Saat ini, regulasi sebagai dasar hukum penarikan tarif masih disusun…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

    Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

    Rapimpurda KNPI NTB diselanggarakan matangkan Persiapan Musda 2026

    Rapimpurda KNPI NTB diselanggarakan matangkan Persiapan Musda 2026

    Satgas MBG NTB Siapkan Skema Khusus Layani Wilayah 3T, 135 Dapur Diusulkan

    Satgas MBG NTB Siapkan Skema Khusus Layani Wilayah 3T, 135 Dapur Diusulkan

    Enam Daerah Layangkan Mosi Tidak Percaya, Penilaian Drum Band Porprov NTB 2026 Diprotes

    Enam Daerah Layangkan Mosi Tidak Percaya, Penilaian Drum Band Porprov NTB 2026 Diprotes

    Menteri Trenggono dan Gubernur Miq Iqbal Siapkan KNMP Bintaro sebagai Percontohan Nasional

    Menteri Trenggono dan Gubernur Miq Iqbal Siapkan KNMP Bintaro sebagai Percontohan Nasional

    Gubernur NTB Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

    Gubernur NTB Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora