Anggaran Dipastikan, TPST Kebon Talo Disiapkan Olah Sampah Jadi RDF

Mataram(KabarBerita)—Kepastian pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo akhirnya berada di jalur yang jelas. Setelah melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Pemerintah Kota Mataram memastikan proyek pengolahan sampah regional tersebut mendapat dukungan anggaran sekitar Rp98 miliar dengan skema pembiayaan multiyears.

‎Kepastian tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Ahmad Azhari Gufron. Ia menegaskan, hasil utama dari kunjungan Komisi 3 DPRD Kota Mataram ke Kementerian PUPR adalah jaminan bahwa proyek TPST Kebun Talo tetap mendapat dukungan pendanaan, meski sempat terdampak rasionalisasi anggaran pada tahun sebelumnya.

‎“Yang paling penting sudah ada kepastian dananya. Nilainya sekitar Rp98 miliar untuk TPST berkapasitas 120 ton per hari. Artinya proyek ini tetap jalan,” ujar Gufron.

‎Berbeda dari fasilitas pengolahan sampah sebelumnya, TPST Kebun Talo dirancang menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif dari sampah kering. RDF tersebut nantinya diproyeksikan menjadi substitusi bahan bakar bagi PLTU Jeranjang, sehingga sampah kota tidak hanya berkurang volumenya, tetapi juga bernilai ekonomis.

‎“Output-nya RDF, bahan bakar alternatif. Ke depan bisa dikerjasamakan dengan PLTU Jeranjang yang membutuhkan pasokan bahan bakar substitusi,” jelasnya.

‎Gufron menambahkan, pembangunan TPST Kebun Talo tidak dilakukan dalam satu tahun anggaran. Dengan skema multiyears, proyek ini diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga tahun. Tahapan awal pembangunan, apakah fokus pada bangunan fisik atau sekaligus pemasangan mesin pengolahan, masih dalam proses perencanaan di tingkat kementerian.

‎“Mulai dikerjakan tahun ini, tapi belum selesai. Skema detailnya masih diproses di kementerian,” ujarnya.

‎Meski demikian, Gufron mengingatkan bahwa dampak pengurangan sampah Kota Mataram belum bisa dirasakan dalam waktu dekat. Selama masa konstruksi, TPST Kebun Talo belum dapat menjadi solusi langsung atas persoalan sampah harian.

‎“Pembangunannya dua tahun. Jadi tahun ini belum bisa dijadikan alternatif penanganan sampah. Pemkot harus tetap menyiapkan solusi sementara,” tegasnya.

‎Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Komisi III DPRD Kota Mataram mendorong percepatan perluasan landfill di TPA Regional Kebon Kongok. Langkah ini dinilai penting untuk memperpanjang nafas pengelolaan sampah di Mataram sebelum TPST Kebon Talo benar-benar beroperasi penuh.

‎“Perluasan landfill harus segera direalisasikan agar penanganan sampah tetap berjalan sambil menunggu TPST siap,” pungkas Gufron.

  • Related Posts

    IIKD Kota Mataram Hidupkan Semangat Kartini Lewat Goresan Warna Anak Disabilitas

    Mataram(KabarBerita) – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terasa hidup dalam suasana yang berbeda di sebuah sudut kafe di Mataram. Bukan lewat pidato atau seremoni formal, melainkan melalui goresan warna anak-anak…

    Wali Kota Mohan Roliskana Lepas 393 CJH Kloter 5 Embarkasi Lombok, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

    ‎Mataram(KabarBerita) – Suasana haru menyelimuti halaman Kantor Wali Kota Mataram saat Wali Kota Mohan Roliskana secara resmi melepas Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Mataram yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    IIKD Kota Mataram Hidupkan Semangat Kartini Lewat Goresan Warna Anak Disabilitas

    IIKD Kota Mataram Hidupkan Semangat Kartini Lewat Goresan Warna Anak Disabilitas

    Wali Kota Mohan Roliskana Lepas 393 CJH Kloter 5 Embarkasi Lombok, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

    Wali Kota Mohan Roliskana Lepas 393 CJH Kloter 5 Embarkasi Lombok, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenak Pelanggaran Berat

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenak Pelanggaran Berat

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk