Pemkot Mataram Minta Penyedia MBG Bermasalah Ditutup

Mataram(KabarBerita)— Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pendidikan setempat memberikan respon tegas menyikapi temuan makanan tidak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah. Penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti berulang kali melakukan kesalahan fatal diminta untuk diusulkan penutupannya demi melindungi kesehatan peserta didik.

‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, menegaskan bahwa toleransi tidak bisa diberikan kepada penyedia yang lalai. Menurutnya, jika kesalahan serupa terus berulang dan berpotensi membahayakan siswa, maka opsi penutupan harus diambil.

‎“Kalau memang ada SPPG yang sudah berulang kali membuat kesalahan seperti itu, ya ditutup saja. Kami sebagai penerima manfaat berhak mengusulkan itu jika penyaluran makanan tidak sesuai dan membahayakan kesehatan siswa,” ujar Yusuf, Kamis.

‎Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sejumlah temuan MBG yang dinilai tidak layak konsumsi selama Ramadan 1447 Hijriah. Di antaranya puding basi yang ditemukan di SDN 2 Cakranegara, kurma rusak dan berulat di SMPN 2 Mataram, hingga apel busuk yang diterima siswa SDN 34 Ampenan.

‎Menghadapi kondisi itu, Dinas Pendidikan mengimbau seluruh kepala satuan pendidikan di bawah naungan Pemerintah Kota Mataram agar tidak ragu melaporkan setiap kejanggalan dalam penyajian MBG. Sekolah, kata Yusuf, adalah penerima manfaat yang berhak mendapatkan makanan dengan kualitas terbaik.

‎Ia menegaskan bahwa persoalan teknis penyaluran dan mutu makanan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyedia, yakni SPPG, dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan serta Balai Pengawasan Obat dan Makanan.

‎“Secara teknis, SPPG langsung mengantar makanan ke sekolah-sekolah. Tidak ada garis koordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan. Tugas kami hanya menyediakan data jumlah siswa dan sekolah sasaran,” jelasnya.

‎Akibat skema tersebut, laporan resmi terkait MBG bermasalah yang masuk ke Dinas Pendidikan Kota Mataram sejauh ini masih sangat minim. Bahkan, beberapa laporan baru diterima setelah kasusnya ramai dibicarakan.

‎“Sering kali kami terlambat menerima laporan, termasuk temuan di SDN 2 dan SMPN 2 Mataram,” ungkap Yusuf.

‎Ke depan, Dinas Pendidikan berencana segera bersurat dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penyedia MBG. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa dan memastikan program MBG benar-benar memberi manfaat, bukan justru menimbulkan risiko bagi kesehatan siswa.

  • Related Posts

    Komisi II DPRD Mataram Dukung Perpanjangan Kontrak Mataram Mall, Asal Tunggakan dan Aset Dituntaskan

    ‎Mataram(KabarBerita )–Setelah sempat tertunda, Komisi II DPRD Kota Mataram bersama Pemerintah Kota Mataram akhirnya menggelar rapat koordinasi untuk membahas kelanjutan kerja sama pengelolaan pusat perbelanjaan tersebut yang akan berakhir pada…

    Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Mataram mengucapkan: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah Semoga pergantian tahun hijriah menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat hijrah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Pemprov NTB Perkuat Perlindungan Warga Lingkar TPA Kebon Kongok

    Pemprov NTB Perkuat Perlindungan Warga Lingkar TPA Kebon Kongok

    Jelang Porwada PWI NTB 2026, PJU Polda NTB Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer dengan Insan Pers

    Jelang Porwada PWI NTB 2026, PJU Polda NTB Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer dengan Insan Pers

    Komisi II DPRD Mataram Dukung Perpanjangan Kontrak Mataram Mall, Asal Tunggakan dan Aset Dituntaskan

    Komisi II DPRD Mataram Dukung Perpanjangan Kontrak Mataram Mall, Asal Tunggakan dan Aset Dituntaskan

    Istiningsih Bantah DPRD Terlibat Praktik Jual Beli Kursi Sekolah pada Penerimaan Siswa Baru

    Istiningsih Bantah DPRD Terlibat Praktik Jual Beli Kursi Sekolah pada Penerimaan Siswa Baru

    Reses LMB di Darmaji Kopang, Aspirasi Perbaikan Infrastruktur dan Jalan Lingkungan Masih Dominan

    Reses LMB di Darmaji Kopang, Aspirasi Perbaikan Infrastruktur dan Jalan Lingkungan Masih Dominan