
Mataram(KabarBerita) –Kabar gembira bagi warga Tanjung Karang dan sekitarnya. Puskesmas Tanjung Karang kini resmi membuka layanan fisioterapi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke rumah sakit hanya untuk menjalani terapi pemulihan fisik.
Peresmian layanan baru ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, pada Kamis (23/10). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas.
Kepala Puskesmas Tanjung Karang, dr. Nurviana Indah Permatasari, mengatakan layanan fisioterapi hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan rehabilitasi medik dasar.
“Fisioterapi tidak hanya penting untuk pemulihan cedera atau penyakit, tapi juga sangat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien, terutama lansia dan penderita penyakit kronis,” jelasnya.
Dari data yang dimiliki puskesmas, sepanjang Januari hingga September 2025, tercatat 132 pasien BPJS harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan fisioterapi. Dengan dibukanya layanan ini, diharapkan jumlah rujukan tersebut bisa berkurang karena pasien bisa langsung mendapatkan penanganan di puskesmas.
Untuk menunjang layanan, Puskesmas Tanjung Karang telah menyiapkan tenaga fisioterapis profesional serta sarana penunjang lengkap. Menariknya, layanan fisioterapi ini bisa diakses gratis oleh masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Tanjung Karang.
Beberapa layanan yang disediakan di antaranya pemulihan pasca-stroke, Bell’s palsy, nyeri otot, nyeri bahu, nyeri punggung, nyeri leher, nyeri siku, gangguan pergelangan tangan, gangguan kaki, hingga saraf terjepit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, mengapresiasi inovasi Puskesmas Tanjung Karang yang menjadi pelopor layanan fisioterapi di tingkat puskesmas.
“Jenis layanan ini baru ada di beberapa daerah di Indonesia, dan Puskesmas Tanjung Karang menjadi yang pertama di NTB,” ujarnya.
Emirald menambahkan, layanan serupa juga akan segera dibuka di Puskesmas Cakranegara pada tahun ini, dan ditargetkan seluruh puskesmas di Kota Mataram sudah memiliki layanan fisioterapi pada 2026.
“Kami minta semua kepala puskesmas menyiapkan jenis layanan ini. Kalau ada puskesmas yang tidak mampu membuka, ya kita evaluasi. Artinya, kita ingin semua puskesmas benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Menurutnya, perluasan layanan di puskesmas bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Salah satu fondasi penting pelayanan kesehatan adalah akses. Jadi, kami perluas agar masyarakat makin mudah mendapatkan layanan. Selama ini fisioterapi hanya ada di rumah sakit, antre panjang, terkadamg ada rumah sakit alatnya terbatas. Dengan hadir di puskesmas, akses jadi lebih dekat dan cepat,” ujarnya.
Hadirnya layanan fisioterapi ini disambut positif oleh warga. Salah satu pasien, Supriatno Said, warga Tanjung Karang Permai, mengaku terbantu dengan adanya layanan baru ini.
“Sekarang saya nggak perlu jauh-jauh ke rumah sakit lagi. Di sini lebih dekat dan pelayanannya cepat,” ungkapnya senang.
Dengan tambahan layanan fisioterapi, Puskesmas Tanjung Karang kini menjadi salah satu puskesmas dengan fasilitas kesehatan terlengkap di Kota Mataram.
“Harapan kami, masyarakat Mataram makin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari pengobatan hingga pemulihan,” tutup dr. Emirald.






